Selasa, 24 Maret 2026

Siswi Gorontalo Dikeroyok

Kronologi Siswi SMA Gorontalo Dikeroyok Teman Sekolahnya, Ortu Sebut Pelaku Anak Guru

Seorang siswi kelas XI SMA Negeri harus menelan pil pahit setelah diduga menjadi korban pengeroyokan brutal oleh tiga remaja perempuan.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kronologi Siswi SMA Gorontalo Dikeroyok Teman Sekolahnya, Ortu Sebut Pelaku Anak Guru
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
SISWA DIKEROYOK -- R, orang tua siswa SMA di Kota Gorontalo saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Sabtu (24/1/2026). R bercerita tentang anaknya yang diduga dikeroyok oleh tiga remaja perempuan. (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga) 

Tujuannya adalah sebuah lapangan di jalan eks Agussalim. Tempat ini dipilih para pelaku karena lokasinya yang sepi dan minim penerangan, menjadikannya tempat ideal untuk melakukan aksi tanpa terlihat orang lain.

Setibanya di lokasi, intimidasi fisik langsung dimulai. Langkah pertama yang dilakukan para pelaku adalah menyita ponsel milik korban secara paksa.

Tindakan penyitaan ponsel ini diduga dilakukan agar korban tidak memiliki akses untuk menghubungi siapa pun atau meminta pertolongan darurat. Korban benar-benar terisolasi di bawah ancaman ketiga pelaku.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pemicu awal dari pengeroyokan ini adalah masalah asmara. Adu mulut sempat terjadi sesaat sebelum kekerasan fisik benar-benar pecah.

Situasi dengan cepat memanas dan berubah menjadi aksi pengeroyokan yang brutal. Tanpa rasa iba, ketiga pelaku mulai melancarkan serangan fisik secara bergantian kepada korban yang tak melawan.

Rambut korban ditarik dengan kasar hingga ia kehilangan keseimbangan. Tidak berhenti di situ, pukulan demi pukulan mendarat di tubuh remaja malang tersebut.

Salah satu bagian paling menyedihkan dari kronologi ini adalah saat para pelaku menendang bagian perut korban. Korban yang sudah tersungkur di tanah tidak diberikan kesempatan untuk membela diri.

Bahkan, tubuh korban sempat dibanting ke tanah dengan keras. Benturan tersebut menyebabkan kepala korban mengalami pening luar biasa dan rasa nyeri yang hebat.

Saat korban berusaha untuk bangkit kembali, salah seorang pelaku justru menyorotkan cahaya senter tepat ke wajahnya. Dalam kondisi silau dan bingung itulah, pukulan kembali mendarat di wajah korban.

"Saat dia berusaha bangun, wajahnya disenter lalu dipukul lagi," ungkap R dengan nada suara yang penuh kesedihan saat menceritakan kembali penderitaan anaknya.

Setelah merasa puas melampiaskan amarah, para pelaku meninggalkan korban begitu saja dalam keadaan syok berat. Korban yang ketakutan memilih bersembunyi di rumah temannya terlebih dahulu sebelum berani pulang ke rumah.

Baca juga: Siswa SMA Gorontalo Korban Penganiayaan Alami Trauma Berat, Takut Keluar Rumah dan Sering Menangis

Ortu Korban Tolak Berdamai

SISWA DIKEROYOK -- R, orang tua siswa SMA di Kota Gorontalo saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Sabtu (24/1/2026). R bercerita tentang anaknya yang diduga dikeroyok oleh tiga remaja perempuan. (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)
SISWA DIKEROYOK -- R, orang tua siswa SMA di Kota Gorontalo saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Sabtu (24/1/2026). R bercerita tentang anaknya yang diduga dikeroyok oleh tiga remaja perempuan. (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga) (TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Setelah kejadian terungkap, pihak keluarga segera melakukan tindakan medis dan visum. Hasilnya mengonfirmasi adanya luka lebam di sekujur tubuh serta guncangan jiwa yang masuk kategori trauma berat.

Pihak sekolah sebenarnya tidak tinggal diam dan mencoba memediasi pertemuan antar orang tua siswa. Namun, di sinilah kekecewaan keluarga korban semakin memuncak.

Ibu korban, R, mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, ia tidak melihat adanya itikad baik atau permintaan maaf yang tulus dari pihak pelaku.

Lebih mengecewakan lagi, R menyebutkan bahwa salah satu orang tua pelaku berprofesi sebagai guru. Namun, oknum pendidik tersebut justru disinyalir melakukan pembelaan berlebihan terhadap tindakan anaknya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved