Gorontalo Hari Ini
Kondisi Rumah Sejarah 84 Tahun di Gorontalo, Atap Bocor dan Hanya Disanggah Bambu
Di tengah hiruk-pikuk pusat Kota Gorontalo, berdiri sebuah rumah tua yang menyimpan rekam jejak sejarah
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-Rumah-Jabatan-Eks-Kantor-Pos-dan-Telegraf.jpg)
Pria kelahiran 1966 asal Kelurahan Pohe ini telah menjadikan rumah tersebut sebagai tempat tinggal sekaligus ruang pengabdiannya.
Secara historis, rumah ini memiliki nilai yang sangat tinggi. Lokasinya sangat strategis di jantung kota, tepat menghadap Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo.
Bangunan yang kini telah berusia lebih dari 84 tahun tersebut berbentuk rumah panggung dua lantai dengan ukuran 26 x 16 meter.
Struktur lantai dasarnya ditopang oleh 42 tiang utama, ditambah belasan tiang pendukung untuk area dapur dan kamar mandi. Menariknya, material dinding kayu bangunan ini masih asli dan belum pernah diganti sejak pertama kali didirikan.
Namun, usia senja bangunan tidak dapat menyembunyikan tanda-tanda kerusakan. Di sisi bangunan, terdapat lapangan seluas kurang lebih 900 meter persegi yang dahulu menjadi titik kumpul masyarakat saat proklamasi kemerdekaan diumumkan.
Pada masa penjajahan, Kantor Pos yang bersebelahan dengan rumah ini merupakan pusat informasi vital. Di sinilah kabar perjuangan kemerdekaan disebarluaskan.
Bahkan pada tahun 1942, lokasi ini menjadi tempat pelaksanaan upacara bendera perdana yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan pejabat tinggi setempat.
(TribunGorontalo.com/*)