Gorontalo Hari Ini
Kondisi Rumah Sejarah 84 Tahun di Gorontalo, Atap Bocor dan Hanya Disanggah Bambu
Di tengah hiruk-pikuk pusat Kota Gorontalo, berdiri sebuah rumah tua yang menyimpan rekam jejak sejarah
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-Rumah-Jabatan-Eks-Kantor-Pos-dan-Telegraf.jpg)
Ringkasan Berita:
- Rumah bersejarah berusia lebih dari 84 tahun ini mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian atap dan plafon yang berlubang hingga nyaris ambruk
- Bangunan ini merupakan saksi bisu Proklamasi Kemerdekaan Gorontalo pada 23 Januari 1942 dan pernah menjadi pusat informasi vital masa penjajahan
- Rumah panggung dua lantai ini masih mempertahankan material dinding kayu asli sejak pertama kali didirikan dengan ditopang oleh 42 tiang utama
TRIBUNGORONTALO.COM – Di tengah hiruk-pikuk pusat Kota Gorontalo, berdiri sebuah rumah tua yang menyimpan rekam jejak sejarah besar perjuangan rakyat setempat.
Rumah Jabatan Kantor Pos dan Telegraf yang terletak di Jalan Nani Wartabone (dahulu Jalan Panjaitan) ini merupakan saksi bisu Proklamasi Kemerdekaan Gorontalo pada 23 Januari 1942.
Namun sayangnya, kondisi bangunan bersejarah tersebut kini kian memprihatinkan.
Abdul Gani Tane, penjaga rumah tersebut, mengungkapkan bahwa kerusakan mulai menggerogoti berbagai sudut bangunan. Kerusakan paling parah terlihat di bagian dalam rumah.
“Coba cek di bagian dalam, atap dan plafonnya sudah berlubang,” ujarnya sembari menunjuk area yang rusak.
Tak hanya interior, kondisi teras depan bangunan pun tak kalah mengkhawatirkan. Atap dan plafon teras dilaporkan rusak parah, bahkan beberapa bagian nyaris ambruk. Karena tiang penyangga mulai rapuh, Gani terpaksa melakukan upaya darurat.
“Saya tambahkan tiga tiang bambu agar lebih kuat menahan beban,” tuturnya.
Meski demikian, Gani menyebut kondisi saat ini sebenarnya sudah sedikit lebih baik dibandingkan beberapa bulan lalu.
Kala itu, bangunan mengalami tekanan tambahan akibat faktor alam. Ia menuturkan bahwa ranting pohon besar di depan rumah sempat menjuntai dan membebani area teras. Selain itu, bagian atap rumah sering tertutup tumpukan ranting dan dedaunan.
Baca juga: Segera Daftar! Lowongan Kerja Bank BTN dan Multifinance Sinarmas Gorontalo, Cek Syaratnya di Sini
Di tengah keterbatasan, Gani tetap setia menjalankan tugasnya. Saat TribunGorontalo.com berkunjung, ia tampak sedang memungut sampah dan membersihkan sisa-sisa plastik di sekitar area bersejarah tersebut.
Ironisnya, pada momentum peringatan Hari Patriotik 23 Januari, rumah saksi sejarah ini justru luput dari perhatian. Perayaan besar lebih banyak terpusat di lokasi lain.
“Tidak ada kegiatan di sini, peringatannya dilakukan di sana (Rumah Dinas Gubernur),” ucap Gani.
Gani tinggal di rumah tersebut bersama istri dan dua anaknya sejak dipercaya menjadi penjaga pada 30 Oktober 2020.
Tugas utamanya meliputi menyapu halaman, memangkas ilalang, hingga membersihkan semak-semak yang mengepung bangunan.
Pria kelahiran 1966 asal Kelurahan Pohe ini telah menjadikan rumah tersebut sebagai tempat tinggal sekaligus ruang pengabdiannya.
Secara historis, rumah ini memiliki nilai yang sangat tinggi. Lokasinya sangat strategis di jantung kota, tepat menghadap Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo.
Bangunan yang kini telah berusia lebih dari 84 tahun tersebut berbentuk rumah panggung dua lantai dengan ukuran 26 x 16 meter.
Struktur lantai dasarnya ditopang oleh 42 tiang utama, ditambah belasan tiang pendukung untuk area dapur dan kamar mandi. Menariknya, material dinding kayu bangunan ini masih asli dan belum pernah diganti sejak pertama kali didirikan.
Namun, usia senja bangunan tidak dapat menyembunyikan tanda-tanda kerusakan. Di sisi bangunan, terdapat lapangan seluas kurang lebih 900 meter persegi yang dahulu menjadi titik kumpul masyarakat saat proklamasi kemerdekaan diumumkan.
Pada masa penjajahan, Kantor Pos yang bersebelahan dengan rumah ini merupakan pusat informasi vital. Di sinilah kabar perjuangan kemerdekaan disebarluaskan.
Bahkan pada tahun 1942, lokasi ini menjadi tempat pelaksanaan upacara bendera perdana yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan pejabat tinggi setempat.
(TribunGorontalo.com/*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.