Gorontalo Hari Ini
Pro Kontra Wajah Baru Kota Tua Gorontalo, Antara Kemajuan dan Hilangnya Identitas
Kawasan Kota Tua di Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, kini tampil dengan wajah yang jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-kawasan-Kota-Tua-di-Kecamatan-Kota-Selatan.jpg)
Hal serupa dirasakan Maman (34), pengemudi bentor yang sudah 10 tahun sering melintas di kawasan tersebut. Ia mengakui perubahan membuat kawasan terlihat lebih rapi dan terang, namun karakter lamanya ikut memudar.
“Lebih bersih dan terang memang, pembeli juga lebih nyaman. Tapi kesan klasik yang dulu itu sudah berkurang,” ucapnya.
Perubahan wajah Kota Tua terjadi secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Renovasi bangunan dilakukan oleh pemilik toko masing-masing, disusul pengecatan ulang yang seragam di beberapa ruas jalan.
Sebagian bangunan lama yang rusak berat dibongkar dan diganti dengan bangunan baru dua hingga tiga lantai.
Bagi pedagang, bangunan baru dinilai lebih aman dan nyaman untuk usaha. Masalah atap bocor, tembok rapuh, dan instalasi listrik lama tidak lagi menjadi keluhan utama.
Namun di sisi lain, unsur sejarah yang melekat pada arsitektur lama ikut terkikis.
Andi Abas, pemuda Kota Selatan yang hampir setiap hari melintas di kawasan itu, menilai perubahan ini seperti pisau bermata dua.
“Menurut saya ini bagus untuk usaha, tapi identitas kotanya pelan-pelan hilang,” ujarnya.
Ia menyebut Kota Tua seharusnya bisa ditata tanpa harus menghilangkan bentuk asli bangunannya.
“Kalau semua bangunan dibuat modern, nanti orang tidak tahu lagi mana yang disebut Kota Tua,” katanya.
Menurut Andi, banyak anak muda sekarang bahkan tidak mengetahui bahwa kawasan tersebut dulunya merupakan pusat perdagangan tertua di Kota Gorontalo.
“Padahal kawasan ini punya cerita panjang, dulu pusat perdagangan pertama di Gorontalo,” ucapnya.
Baca juga: Sosok Agus Priono Adada, Anak Sopir Bentor Jadi Kanit Turjawali Satlantas Polresta Gorontalo Kota
Jejak Perdagangan Lama
Sejak puluhan tahun lalu, kawasan Kota Tua dikenal sebagai pusat perdagangan kain, kebutuhan rumah tangga, serta barang grosir. Aktivitas jual beli berlangsung sejak pagi hingga sore hari.
Ruko-ruko lama berdempetan, dengan lorong sempit dan bangunan bergaya klasik yang menjadi ciri khas kawasan ini.
Bagi warga lama, tempat ini bukan sekadar pusat belanja, tetapi juga ruang pertemuan sosial. Banyak keluarga pedagang menetap dan membesarkan anak di sekitar kawasan tersebut.