Gorontalo Hari Ini
Pro Kontra Wajah Baru Kota Tua Gorontalo, Antara Kemajuan dan Hilangnya Identitas
Kawasan Kota Tua di Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, kini tampil dengan wajah yang jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-kawasan-Kota-Tua-di-Kecamatan-Kota-Selatan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Wajah kawasan Kota Tua kini berubah drastis dengan dominasi cat warna cerah
- Perubahan ini membuat kawasan menjadi lebih bersih, terang, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli
- Muncul kekhawatiran bahwa tanpa regulasi penataan yang memperhatikan aspek sejarah
TRIBUNGORONTALO.COM – Kawasan Kota Tua di Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, kini tampil dengan wajah yang jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu.
Deretan bangunan lama yang dulunya kusam dengan warna netral, satu per satu berganti rupa.
Pantauan TribunGorontalo.com, Sabtu sore (17/1/2026), menunjukkan cat warna cerah mendominasi hampir seluruh sisi jalan.
Kuning terang, hijau muda, biru, hingga oranye mencolok kini menghiasi dinding ruko dan rumah toko yang berjajar rapat.
Tak hanya warna, sejumlah bangunan lama juga diganti dengan gedung bergaya modern. Dinding beton halus dan kaca besar menggantikan tembok tua bertekstur kasar yang selama puluhan tahun menjadi ciri khas kawasan tersebut.
Arus lalu lintas tetap ramai. Sepeda motor, mobil pribadi, hingga bentor hilir mudik di antara aktivitas pedagang kain, toko kelontong, dan lapak peralatan rumah tangga yang masih bertahan.
Di kejauhan, masjid yang selama ini menjadi penanda kawasan Kota Tua masih berdiri, meski suasananya terasa tidak lagi sama.
Kabel listrik menggantung rendah di antara bangunan baru, sementara spanduk toko modern berdampingan dengan papan nama lama yang mulai pudar dimakan usia.
Sejumlah pedagang tampak menata barang dagangan di depan toko. Pembeli keluar masuk ruko dengan ritme seperti hari-hari biasa.
Bagi sebagian orang, perubahan ini dianggap sebagai tanda kemajuan. Kawasan terlihat lebih bersih, terang, dan tertata. Namun bagi sebagian warga lain, perubahan tersebut justru menyisakan rasa kehilangan.
Rahman Nusi (52), warga yang sejak kecil tinggal di Kota Tua, mengatakan perubahan paling terasa ada pada warna bangunan dan bentuk gedung.
“Kalau sekarang warnanya sudah macam-macam, kelihatan memang lebih baru. Tapi suasana kota tuanya sudah tidak terasa seperti dulu,” ujarnya.
Menurut Rahman, dahulu orang bisa langsung mengenali kawasan ini hanya dari tampilan bangunan dan nuansa jalannya.
“Dulu orang lewat langsung tahu ini kawasan lama. Sekarang, kalau orang baru datang, mungkin dikira kawasan ruko biasa,” katanya.