Gorontalo Hari Ini
Intip Keseruan Nelayan Berburu Nike di Muara Sungai Bone–Bolango Gorontalo
Sejumlah nelayan memadati perairan sekitar Muara Sunai Bone–Bolango, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Para-nelayan-berburu-ikan-nike.jpg)
“Biasanya kalau awal musim, di laut paling banyak, Nike-nya besar-besar. Kalau tinggal sisa, Nike-nya alus-alus,” bebernya.
Ia menambahkan, nelayan yang masih aktif menjaring Nike saat ini umumnya berasal dari Kelurahan Lebobalo dan Kelurahan Leato, Kota Gorontalo. Pada akhir musim seperti sekarang, Nike lebih banyak ditemukan di area muara sungai dibandingkan di laut.
Meski hasil tangkapan tidak lagi sebanyak sebelumnya, aktivitas nelayan tetap menjadi daya tarik tersendiri. Sejumlah warga tampak berkumpul di tepian sungai, menyaksikan nelayan saling bersahutan sambil mengatur jaring dan perahu.
Sebagian warga datang sekadar menonton, menikmati suasana khas musim Nike. Sebagian lainnya sengaja hadir untuk membeli ikan segar langsung dari nelayan, sebelum hasil tangkapan dibawa ke tempat pelelangan.
Baca juga: Riset UNG Ungkap Ikan Konsumsi di Torosiaje Gorontalo Terkontaminasi Mikroplastik
Periode Kemunculan Nike
Melansir dari Kompas.com, ikan Nike di Gorontalo biasanya muncul setiap bulan sekali.
Periode kemunculannya singkat, hanya sekitar 9–11 hari, dan paling ramai di awal musim sekitar Maret–April, lalu berulang hingga pertengahan tahun sebelum menurun di akhir musim.
Awal Musim (Maret–April)
Hasil tangkapan paling banyak dan ukuran Nike lebih besar.
Harga di pasaran pun tinggi, bisa mencapai Rp700 ribu–Rp800 ribu per ember besar.
Pertengahan Musim (Mei–Juli)
Nike masih muncul, tetapi jumlah dan ukuran mulai menurun.
Nelayan tetap berburu karena permintaan masyarakat masih tinggi.
Akhir Musim (Juli–Agustus)
Nike lebih kecil dan jumlahnya berkurang. Banyak nelayan mulai menyimpan perahu dan jaring sebagai tanda musim berakhir.
Sementara itu, bulan Januari–Februari tidak termasuk dalam musim nike sehingga ikan kecil ini jarang muncul ke permukaan.
Hal ini menjadi penyebab para nelayan begitu antusias menangkap nike karena kelangkaannya.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)