Gorontalo Hari Ini
Ramai dan Meriah, Food Festival di Gorontalo Diharapkan Jadi Agenda Rutin
Festival kuliner ini berlangsung selama sembilan hari, dari 20 hingga 28 Desember 2025. Sejak hari pertama, antusiasme warga terlihat tinggi.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-di-Food-Festival-di-Pelataran-Indogrosir-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – “Ini baru pertama kali saya ke sini. Kesan pertama, jajanan yang ditawarkan banyak dan masih bisa diterima di kantong," ujar Wilisda A Datau, warga Jalan Dewi Sartika, saat menikmati sore di Food Festival yang digelar di pelataran Indogrosir Gorontalo.
Festival kuliner ini berlangsung selama sembilan hari, dari 20 hingga 28 Desember 2025. Sejak hari pertama, antusiasme warga terlihat tinggi.
Setiap sore hingga malam, area festival dipadati pengunjung yang datang untuk mencicipi ragam kuliner lokal dari 22 tenant yang berjejer rapi di pelataran Indogrosir.
Festival ini berlokasi di Jalan Arif Rahman Hakim, Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo. Lokasinya dinilai strategis karena berada di jalur utama dan mudah dijangkau dari berbagai penjuru kota.
Tenan-tenan mulai buka pukul 16.00 hingga 22.00 Wita. Waktu yang pas untuk warga yang ingin bersantai setelah aktivitas harian.
Pilihan kuliner yang ditawarkan pun beragam. Mulai dari makanan ringan, grill, dimsum, sate, hingga aneka minuman segar tersedia di setiap sudut.
Salah satu pengunjung, Priam, warga Jalan Budi Utomo, Kelurahan Limba U I, mengaku baru pertama kali mengunjungi festival ini.
Priam datang tanpa rencana khusus. Ia hanya ingin melihat-lihat terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli makanan.
Ia akhirnya memilih menu grill dan menikmati suasana sore bersama istrinya di area duduk yang disediakan.
Menurutnya, konsep Food Festival seperti ini sangat mendukung perputaran ekonomi lokal.
“Kegiatan seperti ini bagus, karena bisa menstimulasi perekonomian daerah. Pelaku usaha punya ruang untuk berjualan, masyarakat juga punya banyak pilihan kuliner,” katanya.
Priam berharap Food Festival dapat digelar secara rutin di Kota Gorontalo.
“Kalau bisa, setahun diadakan tiga sampai empat kali. Supaya pelaku usaha bisa lebih mengeksplor produknya, dan masyarakat juga bisa melihat potensi kuliner lokal,” tambahnya.
Namun, ia juga menyoroti kondisi area festival yang cukup padat saat pengunjung membludak.
“Tadi pengunjungnya ramai, antrean panjang, dan jalannya agak sempit. Mungkin ke depan lahannya bisa diperluas,” ujarnya.
Wilisda A Datau, pengunjung lainnya, juga mengaku baru pertama kali datang ke festival ini.
Ia tertarik karena banyaknya pilihan jajanan yang ditawarkan, terutama yang cocok untuk selera anak muda.
“Sebagai cewek, pasti jajanan yang dicari. Di sini ada dimsum, sate, minuman, grill—banyak pilihannya,” ujarnya.
Wilisda sempat mencicipi es jeruk dan beberapa makanan lain dengan harga yang menurutnya masih ramah di kantong.
“Harganya masih sesuai budget, jadi bisa pilih-pilih,” tambahnya.
Ia datang sejak pukul 16.00 Wita bersama saudaranya dan berencana mencoba jajanan lain sebelum pulang.
“Rencananya mau coba sate atau mie lagi, menyesuaikan budget juga,” katanya.
Wilisda berharap ke depan Food Festival bisa digelar lebih besar dan melibatkan lebih banyak pelaku UMKM lokal.
“Kalau bisa dibuat lebih besar lagi. Banyak UKM di Gorontalo yang bisa dilibatkan supaya lebih ramai,” ucapnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa bisa menjadi agenda rutin sebagai destinasi kuliner masyarakat.
“Kalau rutin digelar, orang kalau mau jajan pasti ingatnya ke sini,” pungkasnya.
Pantauan TribunGorontalo.com di lokasi menunjukkan suasana yang meriah di area utara Indogrosir.
Tenant-tenant berjajar ke arah utara dan selatan, sementara pengunjung tampak antusias menikmati suasana.
Sebagian duduk santai sambil menyantap makanan, sebagian lainnya berbincang, berfoto, atau menunggu pesanan mereka.
Suasana semakin semarak dengan hadirnya hiburan musik dari panggung sederhana di sisi timur area.
Menjelang malam, lampu-lampu mulai menyala, menambah semarak suasana.
Hampir seluruh tenant terlihat dipadati pengunjung, menandakan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap kegiatan ini.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.