Harga Bahan Pokok
Harga Cabai dan Ayam Naik Jelang Nataru, Disperindag Kota Gorontalo Pastikan Stok Aman
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Gorontalo
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Perdagangan-dan-Perindustrian-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Gorontalo memastikan ketersediaan bahan pokok di pasaran tetap aman dan mencukupi.
Kepala Disperindag Kota Gorontalo, Haryono Soeronoto, menyampaikan bahwa stok bahan pokok baik di tingkat pedagang maupun distributor sejauh ini masih tersedia dengan baik.
“Untuk ketersediaan bahan pokok, Alhamdulillah cukup tersedia di pasaran. Di distributor juga masih aman, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Haryono saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Rabu (17/12/2025).
Meski demikian, ia mengakui terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga sejak memasuki bulan Desember.
Salah satu komoditas yang naik cukup signifikan adalah daging ayam. Jika pada November lalu harganya berada di kisaran Rp28.000 per kilogram, kini melonjak menjadi Rp42.500 per kilogram.
Cabai rawit juga mengalami lonjakan harga tajam. Dari Rp28.000 per kilogram pada November 2025, kini naik hingga Rp58.000 per kilogram.
“Yang paling signifikan itu cabai rawit, bawang merah, daging ayam, dan kacang tanah,” jelas Haryono.
Kenaikan harga juga terjadi pada cabai merah keriting, dari Rp33.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Sementara bawang merah naik dari Rp41.000 menjadi Rp66.000 per kilogram.
Tak hanya itu, harga kacang tanah pun tercatat meningkat menjelang Nataru.
Menurut Haryono, ada beberapa faktor utama yang memengaruhi kenaikan harga bahan pokok tersebut. Salah satunya adalah tingginya permintaan dari daerah lain, khususnya Sulawesi Utara.
“Permintaan dari Sulawesi Utara cukup tinggi, sehingga sebagian barang didistribusikan ke sana. Akibatnya stok di Gorontalo berkurang dan harga ikut naik,” katanya.
Selain itu, faktor cuaca juga berpengaruh. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan diperkirakan masih cukup tinggi hingga Januari mendatang.
Baca juga: Alasan Mikson Yapanto Cabut Laporan Kasus Penganiayaan di Polda Gorontalo
“Curah hujan ini berpengaruh terhadap sentra produksi dan juga distribusi,” tambahnya.
Meski harga beberapa komoditas mengalami kenaikan, Haryono memastikan pasokan dari distributor sejauh ini masih berjalan lancar dan tidak mengalami kendala berarti.
“Untuk pasokan dari distributor masih aman dan berjalan lancar,” tegasnya.