Gorontalo Hari Ini
Wali Kota Gorontalo Nyaris Copot Lurah Ipilo Gara-gara Abaikan Warga Sakit
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea menegur keras Lurah Ipilo, Haryanto Akudje. Haryanto diduga mengabaikan warganya yang sakit
Penulis: WawanAkuba | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wali-Kota-Gorontalo-Adhan-Dambea-saat-menghadiri-pelantikan-Pengurus-Palang-Merah.jpg)
Ringkasan Berita:
- Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menegur keras Lurah Ipilo, Haryanto Akudje, karena diduga mengabaikan warganya
- Setelah menerima laporan dari keluarga Rusli di Jakarta, Adhan langsung menghubungi camat
- Adhan menilai kasus ini sebagai kelalaian serius dan mengingatkan seluruh lurah serta camat agar tidak menunda penanganan keluhan warga
TRIBUNGORONTALO.COM – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea menegur keras Lurah Ipilo, Ariyanto Akudje.
Haryanto diduga mengabaikan warganya yang sakit selama sekitar tiga bulan.
Warga bernama Rusli tersebut diketahui tinggal seorang diri dan tidak mendapatkan perhatian dari pihak kelurahan. Hingga akhirnya polemik itu dilaporkan oleh keluarganya yang berada di Jakarta.
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengatakan warga yang sakit tersebut sama sekali tidak ditangani aparat setempat.
Akibat kelalaian ini, Ariyanto Akudje nyaris dicopot dari jabatannya.
Wali Kota Terima Laporan
Menurut Adhan, laporan pertama diterimanya melalui sambungan telepon dari keluarga warga itu yang berada di Jakarta.
“Mereka menelepon saya dari Jakarta dan menyampaikan bahwa ada keluarga mereka di Ipilo yang sudah sekitar tiga bulan sakit, tetapi tidak pernah dikunjungi dan tidak pernah ditangani,” ungkap wali kota.
Setelah menerima laporan tersebut, Adhan menyatakan langsung mengambil langkah cepat pada malam yang sama.
Ia menghubungi camat setempat, Kepala Dinas Kesehatan, serta Direktur Rumah Sakit untuk memastikan warga tersebut segera mendapatkan perawatan medis.
“Malam itu juga warga tersebut langsung dibawa ke rumah sakit,” katanya.
Adhan menjelaskan, warga tersebut telah lama sakit dan selama itu pula tinggal seorang diri di rumah tanpa pendamping keluarga.
Kondisi ini, menurutnya, seharusnya menjadi perhatian utama aparat kelurahan dan kecamatan.
Setelah mendapatkan perawatan, kondisi warga tersebut dilaporkan mulai membaik.