Pemkab Gorontalo Utara
RSUD ZUS Gorontalo Utara Target Naik ke Tipe B Tahun Depan, Tinggal Kekurangan Tempat Tidur
Direktur RSUD dr. Zainal Umar Sidiki (ZUS) Gorontalo Utara, dr Mohammad Ardiansyah, memastikan bahwa rumah sakit ia pimpin kembal
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KELAS-RSUD-Potret-RSUD-ZUS-Target-RSUD-tahun-depan-naik-kelas-tipe-B.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Direktur RSUD dr. Zainal Umar Sidiki (ZUS) Gorontalo Utara, dr Mohammad Ardiansyah, memastikan bahwa rumah sakit ia pimpin kembali berada pada kelas C berdasarkan hasil review Kemenkes bulan Agustus lalu.
Namun, ia menegaskan bahwa akan pihaknya kini fokus mengejar target jauh lebih besar yaitu naik kelas ke tipe B mulai tahun depan.
Ardiansyah menjelaskan bahwa RSUD ZUS sudah memiliki roadmap untuk peningkatan kelas rumah sakit.
Upaya itu, kata dia, berjalan seiring peningkatan kualitas pelayanan dan penguatan kompetensi tenaga kesehatan.
Baca juga: Bupati Gorontalo Utara Apresiasi Capaian RSUD ZUS di HUT Ke-2, Dorong Pelayanan Program SKS
Untuk mendukung hal tersebut, ia meminta seluruh tenaga kesehatan agar aktif mengikuti pelatihan sesuai bidang masing-masing.
Menurutnya, peningkatan SDM merupakan syarat pentingsebelum berbicara tentang peningkatan kelas rumah sakit.
“Naik kelas ke tipe B, bahkan instruksi pak bupati ke tipe A dalam lima tahun ini, tapi kita berupaya dulu ke tipe B,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).
Ardiansyah menegaskan optimisme bahwa RSUD ZUS sebenarnya bisa mengejar tipe B lebih cepat dari target lima tahun.
Ia akan berupaya akan peningkatan status itu sudah dapat diraih pada 2026.
“Kita berusaha sebenarnya tahun depan karena kita hanya kekurangan di tempat tidur,” jelasnya.
Saat ini RSUD ZUS memiliki lebih dari 130 tempat tidur. Sementara untuk naik ke tipe B, jumlahnya harus mencapai 200 unit.
Keterbatasan infrastruktur menjadi kendala utama karena seluruh bangunan yang ada sudah menampung kapasitas secara maksimal.
“Olehnya kita berusaha mendorong pembangunan khususnya bangunan pelayanan supaya terhitung masuk, supaya kalau sudah 200 (tempat tidur), otomatis bisa,” pungkasnya.
Sebelumnya, RSUD ZUS masih ditetapkan pada kelas C berdasarkan reviu Kementerian Kesehatan yang dirilis 30 Juni 2025.
Salah satu faktor penentu adalah jumlah ventilator di ruang ICU yang belum memenuhi standar minimal.