Jumat, 27 Maret 2026

Penikaman di Pasar Sentral

Kronologi Rion Kaluku Dianiaya 3 Pria di Pasar Sentral, Wali Kota Gorontalo Sempat Cegah Pelaku

Insiden penganiayaan yang menggemparkan Pasar Sentral Kota Gorontalo pada Sabtu malam (7/12/2025) akhirnya terungkap.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kronologi Rion Kaluku Dianiaya 3 Pria di Pasar Sentral, Wali Kota Gorontalo Sempat Cegah Pelaku
TribunGorontalo.com
KASUS PENGANIAYAAN -- Tangkapan layar video kericuhan di kawasan Pasar Sentral Kota Gorontalo Sabtu malam (6/12/2025). Rion Kaluku dianiaya tiga pria. 

Melihat hal tersebut, Novaris berdiri dan memperhatikan orang yang dianiaya. Ia sontak kaget ketika mengetahui korban adalah adiknya sendiri, Rion.

Ia melihat Rion terkapar dan dianiaya oleh tiga pria menggunakan kursi serta parang.

Novaris kemudian berlari menuju tempat duduk Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, dan Wakil Wali Kota Indra Gobel yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Mendengar laporan Novaris, Wali Kota dan Wakil Wali Kota kaget dan langsung berteriak.

Adhan Dambea bahkan berusaha mencegah pelaku yang membawa senjata tajam agar berhenti menganiaya korban.

Namun, pelaku tidak terkendali dan terus melancarkan aksinya.

Setelah itu, pelaku memasukkan parangnya ke dalam sarung dan meninggalkan korban yang terkapar.

Korban yang bersimbah darah kemudian dilarikan ke RS Multazam menggunakan sepeda motor.

Permintaan Maaf Wali Kota Gorontalo

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden yang terjadi.

Ia menegaskan bahwa peristiwa itu tidak direncanakan dan tidak berkaitan dengan aktivitas UMKM yang selama ini memenuhi kawasan Pasar Sentral.

"Mohon maaf atas kejadian semalam. Kejadian itu memang tidak direncanakan, saya kira semua tidak menghendaki semua itu," ujar Adhan.

Menurut Adhan, aksi penikaman tersebut dipicu oleh konflik personal yang telah terjadi sejak satu tahun lalu, tepatnya pada masa kampanye.

Ia menuturkan bahwa pelaku dan korban kebetulan bertemu di Pasar Sentral, sehingga pertikaian lama itu kembali memanas.

Terduga pelaku dikenal dengan panggilan "Starky", sementara korban bernama Rion Kaluku.

Adhan menjelaskan bahwa dirinya pernah menjadi sasaran berbagai tuduhan di media sosial, termasuk dituding memiliki utang Rp1 miliar.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved