Sabtu, 21 Maret 2026

Gorontalo Hari Ini

23 Tahun Jadi Guru, Kepala SDN 89 Gorontalo Zenab Moka Soroti Perubahan Perilaku Siswa

Zenab lantas menceritakan perubahan pola belajar, relasi, dan perilaku siswa yang ia saksikan selama 23 tahun mengajar.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto 23 Tahun Jadi Guru, Kepala SDN 89 Gorontalo Zenab Moka Soroti Perubahan Perilaku Siswa
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
KISAH GURU -- Sosok Zenab Moka, guru yang kini menjabat sebagai Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 89 Sipatana, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Selama 23 tahun jadi guru, Zaenab menyoroti degradasi moral. (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga) 

“Dulu saya suka dengan anak-anak, jadi dari situ cita-cita saya ingin jadi guru,” jelasnya. Ia menambahkan, dorongan orang tua adalah faktor utama yang membuatnya bisa bertahan di jalur pendidikan.

Zenab masih mengingat betul suasana awal kariernya. Ia menilai perubahan perilaku siswa serta pola relasi antara guru dan orang tua sangat terasa dibandingkan tahun-tahun awal ia mengajar.

“Dulu itu siswa sangat menghargai guru. Kalau bertemu di jalan, mereka cepat memberi salam. Itu bukan karena takut dimarahi, tetapi karena guru dihormati,” katanya.

Ia membandingkan dengan kondisi saat ini yang dinilainya lebih santai.

“Sekarang anak-anak lebih santai menyapa. Ada yang bilang ‘Halo Bu’ seperti teman sebaya. Kadang lucu, tapi itu menunjukkan pergeseran budaya. Selain itu, hubungan guru dan orang tua pun berubah. Kalau dulu orang tua selalu mendukung guru saat menegur anak, sekarang justru guru harus sangat hati-hati berbicara,” jelasnya. 

Meski menghadapi tantangan baru, Zenab menegaskan tidak pernah berniat meninggalkan profesinya.

“Selama saya mengajar, saya tidak pernah merasa ingin berhenti. Tantangan itu ada, tapi justru itu yang membuat saya merasa punya tanggung jawab mendampingi anak-anak ini,” ujarnya.

Baginya, pendidikan jauh melampaui mata pelajaran, melainkan tentang nilai dan karakter.

“Kalau anak-anak bisa menghormati guru, menghargai orang lain, tahu tata krama, itu sudah pencapaian besar. Sekolah bukan hanya tempat belajar membaca dan berhitung, tapi tempat membentuk sikap,” tutupnya.

 

(TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved