Kasus Puskes Sipatana
Ada Dugaan Maladministrasi, Ombudsman Gorontalo Akan Periksa Kapus hingga Petugas Puskesmas Sipatana
Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo menegaskan adanya dugaan kuat maladministrasi
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kapus-puskesmas-sipatana.jpg)
Informasi dari staf menyebutkan bahwa Rita Bambang sedang sakit saat kunjungan dilakukan.
“Petugas bilang dia sakit, tapi kok tiba-tiba sakit saat kami ingin meminta klarifikasi,” beber Muslimin.
Baca juga: Sosok Havid Duto, Warga Sipatana Gorontalo yang Viral karena Tak Dapat Layanan Ambulans
Latar Belakang Kasus
Kasus ini mencuat setelah keluarga pasien menilai pelayanan Puskesmas Sipatana buruk.
Ambulans yang seharusnya digunakan untuk merujuk pasien kritis tidak tersedia karena sopir diduga sedang mengikuti pertandingan bola voli dalam rangka Hari Kesehatan Nasional.
Akibatnya, Havid Duto, warga Kelurahan Sipatana, Kota Gorontalo, harus dibawa menggunakan mobil biasa ke RSUD Aloei Saboe.
Ia sempat koma dan mendapat pertolongan selama hampir dua jam, sebelum akhirnya meninggal dunia usai salat magrib.
Suasana Duka dan Harapan Keluarga
Keluarga Havid masih diliputi duka mendalam. Sepupu almarhum, Beby Duto, mengenang sosok Havid sebagai pribadi pendiam dan sederhana. “Kami kenal beliau pendiam dan tidak pernah menuntut apa-apa,” ujarnya dalam program Saksi Kata TribunGorontalo.com.
Keluarga berharap tidak ada lagi warga yang mengalami hal serupa, terutama dalam layanan darurat yang seharusnya cepat dan responsif.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)