Senin, 9 Maret 2026

Satu Arah Jalan HB Jassin

Pengemudi Bentor Keluhkan Uji Coba Satu Arah Jalan HB Jassin Gorontalo : Tidak Ada Manfaat

Pengemudi becak motor (bentor) mengeluhkan penerapan uji coba satu arah di Jalan HB Jassin, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Pengemudi Bentor Keluhkan Uji Coba Satu Arah Jalan HB Jassin Gorontalo : Tidak Ada Manfaat
TRIBUNGORONTALO/HERJIANTO TANGAHU
SATU ARAH -- Ifan Balamba, ojek online dan Edi Buntayo, ojek pangkalan, Selasa (28/10/2025). Mereka mengeluhkan penerapan satu arah Jalan HB Jassin Kota Gorontalo.  

TRIBUNGORONTALO.COM - Pengemudi becak motor (bentor) mengeluhkan penerapan uji coba satu arah di Jalan HB Jassin, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Keluhan tersebut muncul dari pengemudi bentor online atau bentor ojek pangkalan. Mereka menilai penerapan sistem tersebut tidak berpihak pada masyarakat kecil. 

Hal itu sangat terasa bagi mereka yang menggantungkan hidup pada akses jalan. 

Pengemudi ojol, Ifan Balamba, mengaku kebijakan ini berdampak besar terhadap aktivitas mereka sehari-hari. 

Menurutnya, perubahan arus lalu lintas membuat mereka harus memutar jauh untuk menjemput dan mengantar penumpang.

"Ini berdampak sekali kepada kita selaku ojol, karena arah mapsnya ketika ke titik tujuan harus memutar jauh," ungkap Ifan.

Ifan mengungkap, akibat aturan satu arah itu, waktu tempuh menjadi lebih lama dan jarak perjalanan semakin jauh. 

Kondisi ini tidak hanya merugikan pengemudi, tetapi juga berdampak langsung pada pelanggan yang terlambat sampai tujuan.

Terlebih dua hari sejak uji coba ini, ia sering terlambat mengantar anak-anak untuk sekolah. 

"Tak hanya ojol yang dirugikan, anak-anak juga bisa terlambat datang ke sekolah,” keluhnya.

Ifan mengaku sudah dua kali menerima orderan yang terhambat karena harus mengambil jalur memutar.

Salah satunya ketika ia hendak mengantar ke Kelurahan Biawu, yang biasanya bisa ditempuh langsung melalui Jalan HB Jassin. Kini, jalur tersebut tidak bisa lagi dilalui.

Ia juga menilai kebijakan ini tidak mencerminkan semangat pembangunan untuk kepentingan rakyat.

“Bicara UU, bumi tanah ini milik negara untuk kepentingan dan kemakmuran, di sini kita melihat tidak ada kemakmuran dan kepentingan bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain jarak tempuh, sistem satu arah juga berdampak pada performa kerja mereka di aplikasi. 

Ketika terlambat sampai di lokasi tujuan, sistem aplikasi mendeteksi mereka lambat sehingga berpengaruh terhadap peluang order berikutnya.

“Kalau menurut saya tidak ada manfaatnya, hentikan saja,” tegas Ifan.

Ia menilai kondisi lalu lintas di Gorontalo sebenarnya masih tergolong lancar, kecuali pada saat momentum tertentu seperti Lebaran.

“Gorontalo tidak ada kasus macet yang parah selain pada momentum lebaran,” ujarnya.

Menurutnya, jika memang perlu diterapkan sistem satu arah, seharusnya dipertimbangkan pada ruas jalan lain yang lebih padat.

Berbeda dengan Jalan Nani Wartabone yang bisa satu arah, Jalan HB Jassin rutenya sangat panjang. 

Selain itu, jalan alternatif juga belum memadai dan terkesan memutar jauh. 

Edi Buntayo, pengemudi ojek pangkalan mengaku dirinya sudah beroperasi sejak tahun 1990-an. 

Ia mengatakan, sistem satu arah membuat rutenya mengantar penumpang menjadi lebih rumit.

“Saya mau antar di Agus Salim (HB Jassin) tapi harus mutar jauh,” kata Edi.

Selama lebih dari tiga dekade menjadi pengemudi bentor, Edi menyebut baru kali ini merasakan dampak satu arah yang begitu terasa.

“Sudah 30 tahun ini bawa bentor. Dulu ada (satu arah) tapi di kawasan pertokoan, itupun tidak lama,” kenangnya.

Ia pun berharap kebijakan ini tidak dilanjutkan menjadi penerapan permanen.

“Saya harap jangan lanjut, tidak menguntungkan kami,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Gorontalo telah menjelaskan bahwa sistem satu arah ini masih dalam tahap uji coba. 

Penerapan dilakukan untuk menilai efektivitas rekayasa lalu lintas dan mengurangi tingkat kepadatan kendaraan di ruas tersebut.

Meski pada uji coba hari sebelumnya kondisi lalu lintas sore terpantau lancar, para pengemudi ojol dan ojek pangkalan menilai lancarnya jalan tidak sebanding dengan dampak sosial dan ekonomi yang mereka rasakan di lapangan.

13 Persimpangan, Panjang 3,7 Km

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Gorontalo, Rahmanto Idji, mengatakan bahwa pelaksanaan uji coba telah melalui pembahasan dengan berbagai pihak.

“Ini baru tahap uji coba. Kami berhati-hati karena tujuannya untuk melihat efektivitasnya terlebih dahulu,” kata Rahmanto, Selasa (22/10/2025).

Sistem satu arah akan dimulai dari simpang empat MCD menuju utara hingga simpang lima Telaga. Selama masa uji coba, petugas Dishub akan disiagakan di beberapa titik untuk membantu mengarahkan arus kendaraan.

“Kalau kendaraan masuk dari arah Simpang Lima Telaga, tidak bisa lagi langsung belok kanan ke Jalan HB Jassin. Pengendara harus lewat Jalan Andalas atau Jalan Rambutan,” jelasnya.

Rahmanto menambahkan, Jalan HB Jassin memiliki 13 simpang dengan panjang lintasan sekitar 3,7 kilometer, sehingga dinilai berpotensi mengurangi kemacetan.

Penerapan sistem satu arah ini dilakukan karena adanya peningkatan jumlah kendaraan sebesar 5–10 persen per tahun, serta volume lalu lintas yang semakin tinggi di kawasan tersebut.

“Tingkat layanan di ruas ini sudah masuk kategori D, yang berarti padat. VC rasio sudah 0,82, artinya 82 persen badan jalan sudah terisi kendaraan,” tuturnya.

Uji coba akan berlangsung selama dua hari, masing-masing dua jam per hari. Setelah itu, Dishub bersama pihak kepolisian dan stakeholder lainnya akan melakukan evaluasi.

“Untuk 27 dan 28 Oktober nanti, kita mulai dua jam dulu. Setelah evaluasi baru diputuskan apakah dilanjutkan atau disesuaikan,” kata Rahmanto.

Ia menegaskan bahwa sistem ini masih bersifat sementara karena masih menunggu persetujuan final dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Meski demikian, izin pelaksanaan uji coba telah diberikan.

“Alhamdulillah, Kemenhub sudah menyetujui uji coba ini. Sebelumnya kami sudah rapat beberapa kali, termasuk difasilitasi oleh BPTD Kemenhub dan dihadiri Direktorat Lalu Lintas Jalan,” jelasnya.

Rapat koordinasi juga diikuti oleh pihak kepolisian, pengelola jalan (BPJN), dan BPTD Kelas II Gorontalo.

“Kami juga rapat lewat Zoom bersama Direktorat Lalu Lintas Jalan. Dari hasilnya, disetujui dilakukan uji coba, tapi tetap dengan evaluasi setelahnya,” ujarnya.

Rahmanto berharap masyarakat, terutama pengendara yang sering melintas di kawasan HB Jassin, dapat bekerja sama dan menaati rambu-rambu yang telah dipasang.

“Kami mohon dukungan warga. Ini bukan untuk mempersulit, tapi untuk menata arus lalu lintas agar lebih tertib dan aman,” pungkasnya. (*/Jian).

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 09 Maret 2026 (19 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:10
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved