Lipsus Damkar
Damkar Kota Gorontalo Minim Armada, Warga Kaget: Padahal Pekerjaan Mereka Itu Sangat Penting
Sejumlah warga Kota Gorontalo berharap pemerintah daerah dapat menambah armada Pemadam Kebakaran (Damkar).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-armada-Damkar-Kota-Gorontalo-Senin-13102025.jpg)
Satu unit lainnya sudah tidak dapat difungsikan karena mengalami kerusakan berat.
Kasi Pemadam dan Penyelamatan Kebakaran, Muh Luthfie, menjelaskan bahwa ketiga armada aktif masing-masing memiliki kapasitas 6 ton, 4 ton, dan 3,5 ton.
“Sudah kami usulkan tambahan satu unit mobil suplai untuk tahun 2025. Kami juga berupaya memperoleh bantuan dari Kementerian Dalam Negeri,” ungkapnya.
Selain kendaraan, jumlah personel Damkar juga terbatas. Saat ini ada 32 petugas yang terdiri dari 8 ASN dan 24 tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu.
Untuk peralatan pemadaman, Damkar masih menggunakan pompa berkapasitas 500 GPM dengan sistem PTO (Power Take Off) yang dinilai masih cukup kuat.
Namun, peralatan non-kebakaran seperti alat penyelamatan di air, evakuasi hewan berbahaya, serta APD (Alat Pelindung Diri) masih sangat minim.
“Untuk penyelamatan manusia non-kebakaran, alatnya hampir tidak ada. Itu yang paling kita butuhkan sekarang,” ujar Luthfie.
Meski demikian, Dinas Satpol PP dan Damkar terus melakukan pembenahan, termasuk memperbaiki lima titik hidran kota bersama PDAM.
Hingga 20 September 2025, tercatat 42 layanan yang sudah ditangani, baik kebakaran maupun non-kebakaran.
Sebagai langkah jangka menengah, dinas ini telah menyiapkan rencana pengembangan periode 2025–2029 yang mencakup penambahan armada, penyediaan alat penyelamatan, dan peningkatan kapasitas personel.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)