Lipsus Damkar
Damkar Kota Gorontalo Minim Armada, Warga Kaget: Padahal Pekerjaan Mereka Itu Sangat Penting
Sejumlah warga Kota Gorontalo berharap pemerintah daerah dapat menambah armada Pemadam Kebakaran (Damkar).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-armada-Damkar-Kota-Gorontalo-Senin-13102025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah warga Kota Gorontalo berharap pemerintah daerah dapat menambah armada Pemadam Kebakaran (Damkar).
Mereka menilai, tugas petugas damkar sangat krusial dalam menjinakkan api serta membantu penyelamatan warga dalam berbagai situasi darurat.
Zulkifli Podungge, warga Kecamatan Dungingi, mengaku prihatin setelah mengetahui armada Damkar Kota Gorontalo hanya berjumlah empat unit dan satu di antaranya sudah tidak bisa difungsikan.
“Saya kaget mengetahui kalau mobil damkar hanya tiga yang bisa beroperasi, padahal pekerjaan mereka itu sangat penting,” ujar Zul, saat ditemui oleh TribunGorontalo.com di Rumah Sakit Multazzam, Selasa (14/10/2025).
Menurutnya, pekerjaan petugas Damkar penuh risiko dan membutuhkan dukungan perlengkapan yang layak.
“Mereka itu taruhan nyawa, jadi perlu diperhatikan, apalagi yang mereka tolong adalah warga yang kena musibah,” tambahnya.
Sementara itu, Fitri Abdullah, penjual kios di kawasan Kecamatan Kota Tengah, berharap pemerintah segera menambah armada baru dan memperhatikan alat keselamatan petugas di lapangan.
“Kalau lihat di berita, kasihan mereka sering pakai alat seadanya. Padahal kebakaran bisa terjadi kapan saja, jadi seharusnya pemerintah tambah armadanya supaya cepat datang kalau ada kejadian,” ujar Fitri.
Ia menuturkan, beberapa kali dirinya melihat langsung petugas damkar datang ke lokasi kebakaran, namun dengan perlengkapan yang tampak sudah lama.
“Kadang saya lihat sendiri, mereka datang buru-buru, tapi alatnya kelihatan sudah lama. Jadi memang sudah saatnya diganti yang baru,” imbuh Fitri.
Pendapat serupa dilontarkan Rifki Mahmud, mahasiswa asal Kecamatan Kota Utara. Menurutnya, keberadaan petugas Damkar sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan, bukan hanya saat kebakaran, tetapi juga dalam misi penyelamatan lain.
“Bayangkan kalau mereka datang lambat karena kurang mobil atau alatnya rusak, bisa habis rumah orang. Jadi menurut saya, penambahan fasilitas damkar itu mendesak,” katanya.
Baca juga: Daftar Agenda Menbud di Gorontalo, Fadli Zon Bakal Hadiri Festival Suku Bajau
Rifki juga berharap pemerintah bisa menempatkan armada di setiap kecamatan agar respon lebih cepat.
“Kalau bisa tiap kecamatan ada pos kecil damkar, jadi begitu ada kebakaran bisa langsung ditangani tanpa harus menunggu dari pusat kota. Kasihan kalau jauh, apinya keburu besar,” tambahnya.
Berdasarkan data Tribun, saat ini Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Gorontalo hanya mengoperasikan tiga unit mobil pemadam yang masih layak pakai.
Satu unit lainnya sudah tidak dapat difungsikan karena mengalami kerusakan berat.
Kasi Pemadam dan Penyelamatan Kebakaran, Muh Luthfie, menjelaskan bahwa ketiga armada aktif masing-masing memiliki kapasitas 6 ton, 4 ton, dan 3,5 ton.
“Sudah kami usulkan tambahan satu unit mobil suplai untuk tahun 2025. Kami juga berupaya memperoleh bantuan dari Kementerian Dalam Negeri,” ungkapnya.
Selain kendaraan, jumlah personel Damkar juga terbatas. Saat ini ada 32 petugas yang terdiri dari 8 ASN dan 24 tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu.
Untuk peralatan pemadaman, Damkar masih menggunakan pompa berkapasitas 500 GPM dengan sistem PTO (Power Take Off) yang dinilai masih cukup kuat.
Namun, peralatan non-kebakaran seperti alat penyelamatan di air, evakuasi hewan berbahaya, serta APD (Alat Pelindung Diri) masih sangat minim.
“Untuk penyelamatan manusia non-kebakaran, alatnya hampir tidak ada. Itu yang paling kita butuhkan sekarang,” ujar Luthfie.
Meski demikian, Dinas Satpol PP dan Damkar terus melakukan pembenahan, termasuk memperbaiki lima titik hidran kota bersama PDAM.
Hingga 20 September 2025, tercatat 42 layanan yang sudah ditangani, baik kebakaran maupun non-kebakaran.
Sebagai langkah jangka menengah, dinas ini telah menyiapkan rencana pengembangan periode 2025–2029 yang mencakup penambahan armada, penyediaan alat penyelamatan, dan peningkatan kapasitas personel.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.