Kecelakaan Lalu Lintas
Terungkap! Identitas Pelajar Korban Tabrakan di Limboto Gorontalo, Terseret 2 Mete, Ini Kronologinya
Identitas korban kecelakaan lalu lintas di wilayah Limboto Barat akhirnya terungkap. Sosok yang mengalami luka parah dalam insiden tersebut
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-kondisi-mobil-dan-sepeda-motor-yang-mengalami-kecelakaan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kecelakaan di Jalan Trans Sulawesi, Limboto Barat, melibatkan pelajar bernama Desi Isamil yang mengalami luka parah setelah tertabrak mobil.
- Korban sempat terseret sekitar dua meter dan kini dirujuk ke RS Aloe Saboe karena kondisinya kritis.
- Polisi memastikan korban masih hidup meski sempat beredar kabar meninggal di media sosial.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Identitas korban kecelakaan lalu lintas di wilayah Limboto Barat akhirnya terungkap.
Sosok yang mengalami luka parah dalam insiden tersebut diketahui bernama Desi Isamil, seorang pelajar asal Desa Ombulo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.
Peristiwa tragis itu terjadi di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Yosonegoro, pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 11.00 Wita.
Desi yang mengendarai sepeda motor Honda Beat Street dengan nomor polisi DM 2679 HW terlibat tabrakan dengan mobil Toyota Avanza putih bernomor polisi DM 1685 AE.
Benturan keras tidak dapat dihindari saat Desi mencoba menyeberang dari arah simpang empat Gapura Yosonegoro.
Di saat bersamaan, mobil yang dikemudikan Moh Veichran R Pulu (29), warga Desa Bulontio Timur, Kecamatan Sumalata, Gorontalo Utara, melaju dari arah Isimu menuju Kota Gorontalo.
Baca juga: Update Terbaru! Harga Pertalite, Solar, dan Pertamax Berlaku 1 April 2026 di Seluruh Indonesia
Jarak yang terlalu dekat membuat kecelakaan di jalur utama Trans Sulawesi itu terjadi.
Akibatnya, Desi mengalami luka serius di sekujur tubuhnya, bahkan sempat terseret sejauh kurang lebih dua meter dari titik benturan.
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung panik melihat kejadian tersebut.
Mereka bergegas memberikan pertolongan pertama sebelum korban dievakuasi oleh petugas bersama masyarakat.
Korban awalnya dibawa ke RS Dunda Limboto.
Namun, karena kondisinya yang kritis, Desi kemudian dirujuk ke RS Aloe Saboe Kota Gorontalo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Pihak kepolisian memastikan bahwa korban masih dalam keadaan hidup, meskipun kondisinya sangat memprihatinkan.
"Korban belum meninggal, dilarikan ke RS Dunda kemudian dirujuk ke RS Aloe Saboe. Kondisi korban parah," singkatnya.