Pemkab Gorontalo
Pemkab Gorontalo Usulkan SMPN 1 Tilango Direvitalisasi Pemerintah Pusat
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo kini tengah menaruh perhatian serius terhadap infrastruktur pendidikan
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SMP-Negeri-1-Tilango-Kabupaten-Gorontalo-sudah-enam-bulan-belum-diperbaik.jpg)
Sikap hati-hati yang ditunjukkan oleh Abdul Waris ini bertujuan untuk menjaga transparansi dan akurasi informasi. Ia tidak ingin terjadi kekeliruan jika nantinya ada perubahan kebijakan selama proses penetapan di pusat.
Namun, ia secara terbuka mengakui bahwa beban kebutuhan perbaikan sarana pendidikan di Kabupaten Gorontalo memang tergolong sangat besar. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.
“Banyak, Pak. Banyak yang perlu direhabilitasi dan perlu ditambah RKB-nya,” jelasnya.
Skala kerusakan yang diusulkan oleh Dikbud pun cukup bervariasi. Mulai dari bangunan yang mengalami kerusakan kategori ringan hingga sekolah dengan tingkat kerusakan yang tergolong berat.
Pihak pemerintah daerah sangat berharap agar seluruh permohonan yang diajukan dapat disetujui. Pasalnya, pada tahun 2025, jumlah sekolah yang berhasil mendapatkan bantuan dari pusat masih sangat terbatas.
“Tahun lalu yang terealisasi dari pusat hanya 20 sekolah,” ungkapnya.
Saat ini, Gorontalo bersama daerah-daerah lain di tanah air masih dalam posisi menunggu. Fokus pemerintah pusat sebelumnya sempat terbagi untuk menangani wilayah lain yang terdampak bencana alam hebat.
Program revitalisasi tahap pertama diketahui difokuskan untuk provinsi di Sumatera, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Wilayah-wilayah tersebut didahului karena terdampak bencana banjir serta tanah longsor.
Meski masih menunggu bantuan pusat dan memiliki beberapa bangunan yang rusak, Abdul Waris memastikan operasional sekolah tetap berjalan. Tidak ada kegiatan belajar mengajar yang terhenti total akibat kendala fasilitas.
Baca juga: Pemkab Gorontalo Matangkan Persiapan MTQ Tingkat Kabupaten, Efisiensi Anggaran Bukan Halangan
“Tidak ada yang terbengkalai. Semuanya tetap difungsikan,” tegasnya.
Tantangan infrastruktur ini memang menjadi pekerjaan rumah besar mengingat jumlah sekolah negeri di Kabupaten Gorontalo mencapai 537 sekolah. Jumlah ini mencakup jenjang pendidikan mulai dari TK hingga SMP.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengupayakan perbaikan, baik bagi bangunan yang rusak akibat bencana maupun karena faktor usia. Harapan untuk mendapatkan kuota lebih banyak di tahun ini tetap terjaga.
“Insyaallah, hampir bisa dipastikan kuota sekolah yang akan mendapat anggaran revitalisasi tahun ini bertambah dibanding tahun 2025,” pungkasnya.