PEMPROV GORONTALO
LKPJ 2025: Provinsi Gorontalo Raih Realisasi Pendapatan APBD Tertinggi se-Indonesia
ubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna ke-71
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-rapat-paripurna-ke-71-DPRD-Provinsi-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Gubernur Gusnar Ismail menyampaikan LKPJ 2025 sebagai tahun perdana pemerintahan periode 2025–2029 dengan capaian prestasi peringkat 1 nasional dalam persentase realisasi pendapatan APBD provinsi
- Meski total anggaran daerah mengalami tren penurunan sejak 2024 hingga proyeksi 2026
- Indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi (5,71 persen) dan penurunan kemiskinan (12,62 % ) berhasil melampaui target, namun sektor ketenagakerjaan masih menjadi tantangan karena angka pengangguran (3,23 % )
TRIBUNGORONTALO.COM – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna ke-71 DPRD Provinsi Gorontalo, Senin (9/3/2026).
Dalam rapat tersebut, Gusnar memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang telah dilaksanakan pada tahun pertama masa pemerintahan periode 2025–2029 bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah.
Gusnar menjelaskan bahwa tahun 2025 merupakan tahun awal bagi pemerintahan baru dalam menjalankan roda pemerintahan di tingkat provinsi.
“Secara faktual, tahun anggaran 2025 merupakan tahun perdana penyelenggaraan pemerintahan periode 2025–2029,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa LKPJ tersebut mencakup berbagai aspek utama penyelenggaraan pemerintahan daerah, mulai dari kinerja anggaran, kinerja program, dampak program, hingga proyeksi program ke depan.
Tren Anggaran dan Prestasi Pendapatan
Dalam pemaparannya, Gusnar mengakui kondisi anggaran Provinsi Gorontalo mengalami tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan tersebut terlihat dari total anggaran yang tercatat sejak 2024 hingga 2026.
Pada tahun 2024, anggaran Provinsi Gorontalo tercatat sebesar Rp1,924 triliun. Angka tersebut turun menjadi Rp1,683 triliun pada 2025, dan diproyeksikan kembali menurun menjadi Rp1,537 triliun pada 2026.
Meski demikian, Gusnar menegaskan bahwa di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Provinsi Gorontalo tetap mampu mencatat prestasi signifikan, khususnya dalam pengelolaan pendapatan daerah.
Gorontalo berhasil meraih peringkat pertama nasional dalam persentase realisasi pendapatan APBD provinsi tahun 2025. Menurut Gusnar, keberhasilan ini tidak hanya dilihat dari besarnya nominal, melainkan dari sisi efektivitas sistem.
“Angka pendapatan kita relatif kecil, tetapi bukan itu yang diukur. Manajemen, sistem, serta disiplin dalam memperoleh pendapatanlah yang menjadi tolok ukur utama penilaian,” jelasnya.
Selain pendapatan, realisasi belanja daerah Provinsi Gorontalo juga menunjukkan kinerja positif dengan menempati peringkat ke-6 secara nasional.
Baca juga: Gubernur Gusnar Beber Alasan Warga Kota Gorontalo Tak Terima BLP3G: Tidak Ada Maksud Mendiskreditkan
Pencapaian Makro dan Tantangan Pengangguran
Gusnar juga memaparkan capaian makro pembangunan daerah. Di sektor ekonomi, Gorontalo mampu melampaui target yang ditetapkan. Pertumbuhan ekonomi tahun 2025 yang ditargetkan sebesar 5,54 persen, berhasil terealisasi sebesar 5,71 persen.
Angka kemiskinan juga menunjukkan tren positif. Dari target 13,58 persen, tingkat kemiskinan di Gorontalo berhasil ditekan hingga menyentuh angka 12,62 persen. Capaian positif lainnya juga terlihat pada indikator rasio Gini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan PDRB per kapita.