Pemkab Gorontalo
Pemkab Gorontalo Usulkan SMPN 1 Tilango Direvitalisasi Pemerintah Pusat
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo kini tengah menaruh perhatian serius terhadap infrastruktur pendidikan
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SMP-Negeri-1-Tilango-Kabupaten-Gorontalo-sudah-enam-bulan-belum-diperbaik.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemkab Gorontalo memprioritaskan usulan perbaikan SMPN 1 Tilango ke pemerintah pusat setelah dua ruang kelasnya rusak berat akibat tertimpa pohon sejak September 2025
- Kepala Dikbud Kabupaten Gorontalo, Abdul Waris, optimis perbaikan dapat terlaksana tahun ini seiring dengan masuknya Gorontalo dalam daftar tunggu alokasi tahap kedua program revitalisasi nasional
- Dikbud berharap kuota sekolah yang mendapat bantuan pusat tahun ini meningkat dibandingkan tahun 2025
TRIBUNGORONTALO.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo kini tengah menaruh perhatian serius terhadap infrastruktur pendidikan di wilayahnya. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah mengusulkan program revitalisasi ke pemerintah pusat.
Fokus utama dari usulan ini adalah perbaikan sejumlah sekolah yang dinilai sudah tidak layak atau mengalami kerusakan fisik. Langkah ini diambil guna memastikan standar pelayanan pendidikan tetap terpenuhi dengan baik.
Salah satu sekolah yang menjadi prioritas utama dalam usulan tersebut adalah SMP Negeri 1 Tilango. Sekolah ini menjadi sorotan karena kondisi bangunannya yang membutuhkan penanganan segera dari pihak berwenang.
Kondisi mendesak di SMP Negeri 1 Tilango ini bukan tanpa alasan. Diketahui bahwa dua ruang kelas di sekolah tersebut mengalami kerusakan cukup parah akibat faktor eksternal yang tidak terduga.
Kerusakan tersebut terjadi akibat tertimpa pohon besar pada bulan September 2025 yang lalu. Insiden ini praktis membuat fasilitas ruang kelas tersebut tidak dapat digunakan secara optimal sebagaimana mestinya.
Kepala Dikbud Kabupaten Gorontalo, Abdul Waris, memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah yang telah diambil oleh instansinya. Ia memastikan bahwa usulan perbaikan sudah masuk dalam daftar prioritas daerah.
Menurut Abdul Waris, perbaikan sekolah tersebut tidak diusulkan sendirian. SMPN 1 Tilango diajukan bersama dengan sejumlah sekolah lain di Kabupaten Gorontalo yang juga memerlukan penanganan yang mendesak.
Harapan besar digantungkan pada usulan yang telah dilayangkan ke pemerintah pusat ini. Abdul Waris sangat berharap agar realisasi anggaran dan pengerjaan fisik dapat segera terlaksana dalam waktu dekat.
“(Perbaikan) tahun ini, insyaallah ya,” ujar Abdul Waris saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Senin (9/3/2026).
Pihak Dikbud menegaskan bahwa SMP Negeri 1 Tilango hanyalah satu dari sekian banyak institusi pendidikan yang butuh perhatian. Masih banyak sekolah lain yang kondisinya serupa dan membutuhkan bantuan infrastruktur.
Berdasarkan data yang ada, Dikbud Kabupaten Gorontalo juga mengusulkan banyak sekolah lain yang mengalami kerusakan. Selain rehabilitasi, usulan tersebut juga mencakup kebutuhan tambahan Ruang Kelas Baru (RKB).
Meski usulan telah masuk, Abdul Waris masih enggan untuk memaparkan rincian sekolah mana saja yang akan mendapatkan bantuan secara spesifik. Ia juga belum bisa memberikan rincian alokasi anggaran yang akan dikucurkan.
Hal ini disebabkan karena surat keputusan (SK) resmi dari pemerintah pusat hingga saat ini belum diterbitkan. Tanpa dokumen tersebut, pihak dinas tidak ingin berspekulasi lebih jauh mengenai angka dan data pasti.
“Banyak yang kita usulkan, cuma saya belum bisa memberikan informasi detail karena SK belum keluar,” katanya.
Sikap hati-hati yang ditunjukkan oleh Abdul Waris ini bertujuan untuk menjaga transparansi dan akurasi informasi. Ia tidak ingin terjadi kekeliruan jika nantinya ada perubahan kebijakan selama proses penetapan di pusat.
Namun, ia secara terbuka mengakui bahwa beban kebutuhan perbaikan sarana pendidikan di Kabupaten Gorontalo memang tergolong sangat besar. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.
“Banyak, Pak. Banyak yang perlu direhabilitasi dan perlu ditambah RKB-nya,” jelasnya.
Skala kerusakan yang diusulkan oleh Dikbud pun cukup bervariasi. Mulai dari bangunan yang mengalami kerusakan kategori ringan hingga sekolah dengan tingkat kerusakan yang tergolong berat.
Pihak pemerintah daerah sangat berharap agar seluruh permohonan yang diajukan dapat disetujui. Pasalnya, pada tahun 2025, jumlah sekolah yang berhasil mendapatkan bantuan dari pusat masih sangat terbatas.
“Tahun lalu yang terealisasi dari pusat hanya 20 sekolah,” ungkapnya.
Saat ini, Gorontalo bersama daerah-daerah lain di tanah air masih dalam posisi menunggu. Fokus pemerintah pusat sebelumnya sempat terbagi untuk menangani wilayah lain yang terdampak bencana alam hebat.
Program revitalisasi tahap pertama diketahui difokuskan untuk provinsi di Sumatera, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Wilayah-wilayah tersebut didahului karena terdampak bencana banjir serta tanah longsor.
Meski masih menunggu bantuan pusat dan memiliki beberapa bangunan yang rusak, Abdul Waris memastikan operasional sekolah tetap berjalan. Tidak ada kegiatan belajar mengajar yang terhenti total akibat kendala fasilitas.
Baca juga: Pemkab Gorontalo Matangkan Persiapan MTQ Tingkat Kabupaten, Efisiensi Anggaran Bukan Halangan
“Tidak ada yang terbengkalai. Semuanya tetap difungsikan,” tegasnya.
Tantangan infrastruktur ini memang menjadi pekerjaan rumah besar mengingat jumlah sekolah negeri di Kabupaten Gorontalo mencapai 537 sekolah. Jumlah ini mencakup jenjang pendidikan mulai dari TK hingga SMP.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengupayakan perbaikan, baik bagi bangunan yang rusak akibat bencana maupun karena faktor usia. Harapan untuk mendapatkan kuota lebih banyak di tahun ini tetap terjaga.
“Insyaallah, hampir bisa dipastikan kuota sekolah yang akan mendapat anggaran revitalisasi tahun ini bertambah dibanding tahun 2025,” pungkasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.