Selasa, 31 Maret 2026

Warga Gorontalo Hanyut

Hari ke-4 Pencarian Korban Hanyut di Sungai Paguyaman, Basarnas Gorontalo Ungkap Kondisi Lokasi

Upaya pencarian terhadap dua korban hanyut di Sungai Motoduto, Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Hari ke-4 Pencarian Korban Hanyut di Sungai Paguyaman, Basarnas Gorontalo Ungkap Kondisi Lokasi
Istimewa
PENCARIAN KORBAN -- Potret Tim SAR melanjutkan pencarian korban hanyut di Sungai Paguyaman, Kabupaten Gorontalo. Memasuki empat hari, Tim SAR masih mencari ibu dan anak korban tenggelam. (Sumber Foto: Basarnas Gorontalo) 
Ringkasan Berita:
  • Tim SAR gabungan menurunkan 3 SRU dengan 14 personel serta 1 unit Rubber Boat
  • Hingga kini korban belum ditemukan, pencarian terhambat oleh arus deras dan air keruh
  • Dua warga, Sumitra Isini dan anaknya Akbar Diangi terseret arus saat menyeberang sungai bersama Yasin Isini

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Upaya pencarian terhadap dua korban hanyut di Sungai Motoduto, Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, kembali dilanjutkan pada hari keempat, Selasa (6/1/2026).

Sungai Motoduto merupakan sungai mati yang mengarah ke sungai Paguyaman. Sekarang sungai Motoduto sudah surut sehingga proses pencarian korban difokuskan ke sungai Paguyaman.

Hingga kini, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Halidin La Bidin, menjelaskan bahwa pencarian terus dimaksimalkan.

“Saat ini korban belum ditemukan, proses pencarian masih terus kami lakukan,” ujar Halidin kepada TribunGorontalo.com, Selasa (6/1/2026).

Pada hari keempat ini, Basarnas Gorontalo menurunkan tiga Search and Rescue Unit (SRU) dengan total 14 personel. Selain itu, satu unit Rubber Boat (RBB) dikerahkan sebagai sarana utama penyisiran di alur sungai.

“Hari ini tim ada tiga SRU, ditambah satu SRU menggunakan RBB milik Basarnas,” jelasnya.

RBB tersebut diberangkatkan dari kawasan Muara Sungai Bone–Bolango. Jarak lokasi pencarian sekitar 50 kilometer jika diukur secara kasar melalui Google Maps. Dengan dukungan RBB, tim diharapkan dapat memperluas area pencarian.

Halidin mengungkap lokasi yang menjadi titik pencarian memberi tantangan sejak hari pertama operasi.

“Belum ada petunjuk baru sampai saat ini. Kendala masih sama, air sungai deras dan keruh,” ungkapnya.
Sebelumnya, dua warga dilaporkan hanyut pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 15.00 Wita saat berada di sekitar aliran Sungai Motoduto.

Sejak laporan diterima, Basarnas Gorontalo bersama TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat setempat langsung melakukan pencarian intensif. Penyisiran dilakukan melalui jalur sungai menggunakan perahu karet dan jalur darat di sepanjang bantaran sungai.

Area pencarian juga diperluas hingga beberapa kilometer ke arah hilir, menyesuaikan dengan kecepatan arus.

Meski belum membuahkan hasil, tim SAR gabungan menegaskan operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga hari ke-7 sesuai SOP. 

Komunikasi Terakhir

Komunikasi terakhir melalui video call menjadi kenangan mendalam bagi keluarga Sumitra Isini (26).

Sumitra hingga kini masih dinyatakan hilang bersama anak semata wayangnya, Akbar Diangi (9), setelah terseret arus Sungai Motoduto, Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (3/1/2026) sore.

Tante korban, Asna Diangi (43), mengungkapkan bahwa sebelum peristiwa nahas itu terjadi, Sumitra sempat melakukan video call dengan keluarga di kampung halaman.

Dalam percakapan tersebut, Sumitra memperlihatkan kondisi sang nenek di Desa Ambara, Kecamatan Dungaliyo, sekaligus menyampaikan rencana untuk kembali pulang setelah panen jagung.

“Masih sempat VC untuk menunjukkan kondisi Oma (nenek) di sini. Dia bilang Insyaallah setelah panen jagung akan ke Ambara lagi,” tutur Asna.

Asna mengenang Sumitra sebagai sosok pendiam, rajin, dan rendah hati. Menurutnya, korban hanya akan bercerita jika lebih dulu diajak berbincang.

Dua minggu sebelum kejadian, Sumitra sempat pulang bersama suaminya ke Desa Ambara untuk menjenguk neneknya.

“Orangnya baik dan pendiam. Kalau tidak diajak bicara, dia tidak akan banyak cerita,” kenang Asna.

Kabar hanyutnya Sumitra dan anaknya membuat keluarga sangat terpukul. Asna sendiri tidak bisa langsung menuju lokasi karena harus menjaga anak kecil dan merawat orang tua di rumah.

Meski begitu, beberapa anggota keluarga lain telah turun langsung membantu proses pencarian.

“Semoga pencarian korban dan anaknya segera mendapat titik terang,” harap Asna.

Baca juga: Breaking News: Bocah SMP Tewas usai Terseret Arus Sungai Paguyaman Gorontalo

Kronologi

PENCARIAN -- Tim SAR melakukan penyisiran Sungai Paguyaman demi mencari ibu dan anak yang hanyut.
PENCARIAN -- Tim SAR melakukan penyisiran Sungai Paguyaman demi mencari ibu dan anak yang hanyut. (TribunGorontalo.com)

Menurut Kasi Humas Polres Gorontalo, AKP Wawan Suryawan, kejadian bermula pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.

Polsek Boliyohuto menerima laporan dari masyarakat terkait adanya orang terbawa arus sungai di Desa Motoduto.

Dalam peristiwa ini, terdapat tiga korban. Satu orang berhasil selamat, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.

Korban selamat adalah Yasin Isini (50), seorang petani asal Desa Ambara, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo.

Sedangkan dua korban yang hingga kini belum ditemukan masing-masing adalah Sumitra Isini (26) dan anaknya, Akbar Diangi (9), yang juga berasal dari Desa Ambara.

Berdasarkan keterangan saksi, Putri Yunus Abusali (28), peristiwa bermula sekitar pukul 14.30 Wita. 

Saat itu ia bertemu dengan Yasin, Sumitra, dan Akbar di Sungai Motoduto.

“Ketiganya baru saja pulang dari kebun jagung dan hendak kembali ke rumah mereka di Desa Motoduto,” ujar Wawan.

Melihat kondisi air sungai yang terus meninggi dan arus semakin deras, saksi sempat menyarankan agar mereka segera menyeberang lebih awal.

Namun, meski arus terlihat kuat, ketiganya tetap memutuskan untuk menyeberang.

Dalam upaya menyeberang, posisi mereka diatur berurutan. Yasin berada di depan, diikuti Sumitra, sementara Akbar berada di belakang.

Ketiganya menyeberang sambil saling berpegangan tangan. Masalah muncul ketika mereka sudah berada di tengah sungai. Akbar tiba-tiba berteriak memanggil ibunya karena tidak mampu menahan derasnya arus.

Mendengar teriakan itu, Sumitra melepaskan pegangan tangannya dari Yasin untuk menolong anaknya.

Namun, arus sungai yang deras tidak mampu dibendung. Akibatnya, ketiganya terpisah dan terseret arus Sungai Motoduto. Dalam kondisi kritis, Yasin masih sempat menyelamatkan diri dengan memegang batang kayu di pinggiran sungai.

“Yasin berhasil selamat karena sempat berpegangan pada batang kayu di tepi sungai,” terang Wawan.

Yasin kemudian naik ke daratan, sementara Sumitra dan Akbar sudah tidak terlihat lagi terbawa arus.

Keterangan Yasin menguatkan bahwa saat di tengah sungai, pegangan mereka terlepas dan arus deras langsung menyeret Sumitra serta Akbar menjauh.

Usai kejadian, personel Polsek Boliyohuto bersama Koramil dan Pemerintah Kecamatan Boliyohuto, dibantu masyarakat setempat, langsung melakukan pencarian.

Tim Basarnas tiba di lokasi sekitar pukul 19.30 Wita dan segera bergabung dalam operasi SAR.

Pencarian difokuskan di titik terakhir korban terlihat, dengan menyusuri aliran Sungai Motoduto hingga Sungai Besar Paguyaman.

Dalam penelusuran, tim menemukan dua potong pakaian yang diduga milik korban. Celana jin berwarna biru diketahui milik Akbar, sedangkan kemeja cokelat milik Sumitra.

Namun hingga pukul 21.30 Wita, kedua korban belum berhasil ditemukan.

Operasi pencarian terpaksa dihentikan sementara karena kondisi lapangan tidak memungkinkan serta minimnya pencahayaan.

Pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Minggu pagi pukul 06.30 Wita dengan melibatkan seluruh unsur tim SAR gabungan dari Polres Gorontalo, Polsek Boliyohuto, Basarnas, dan Koramil Boliyohuto.

Pihak keluarga korban juga turut membantu proses pencarian, termasuk suami Sumitra, Rinto Dayangi.

Kepala Desa Motoduto, Djafar Ujaili, membenarkan bahwa korban bersama suaminya memang berdomisili di Desa Motoduto.

 

(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved