Selasa, 17 Maret 2026

Pemkab Gorontalo

Bupati Gorontalo Buka Rapat Advokasi dan Koordinasi Layanan Posyandu

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi memimpin Rapat Advokasi dan Koordinasi Layanan di Posyandu, Rabu (3/12/2025).

Tayang:
Penulis: Fajri A Kidjab | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Bupati Gorontalo Buka Rapat Advokasi dan Koordinasi Layanan Posyandu
Tribunnews.com/Fajri A Kidjab
LAYANAN POSYANDU — Bupati Gorontalo Sofyan Puhi saat memberikan sambutan dalam Rapat Advokasi dan Koordinasi Layanan Posyandu, Rabu (3/12/2025). Bupati menyoroti sejumlah kendala yang dihadapi Pemkab Gorontalo saat ini. (Sumber Foto: Fajri A. Kidjab) 

TRIBUNGORONTALO.COM, LIMBOTO – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi memimpin Rapat Advokasi dan Koordinasi Layanan di Posyandu, Rabu (3/12/2025).

Agenda yang dimulai pukul 09.48 Wita ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Ketua Tim Pembina Posyandu, para camat, hingga kepala Puskesmas se-Kabupaten Gorontalo.

Sebelum memberikan sambutan, Bupati mengecek kehadiran pimpinan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD).

Kabupaten Gorontalo Tercatat Terendah dalam Ketersediaan Jamban
Kabupaten Gorontalo menjadi daerah dengan ketersediaan jamban terendah. 

Dalam catatan bupati, masih terdapat rumah tangga yang tidak memiliki jamban, bahkan ada dua hingga tiga kepala keluarga (KK) yang harus berbagi satu jamban.

Baca juga: Bangun IPLT Tahun 2026, Pemkab Pohuwato Gorontalo Ingin Limbah Jadi Sumber PAD Baru

“Biasanya satu rumah itu sampai tiga KK tapi jambannya hanya satu. Ya, ketika diambil rata-ratanya, kita masih kekurangan jamban. Tapi ada juga desa-desa yang memang tidak punya,” ungkap Bupati Gorontalo.

Ia menegaskan, persoalan ini membutuhkan evaluasi serius di bidang kesehatan dasar.

“Dari kesehatan dasar itu kita harus capai minimal pelayanan minimal yang harus kita selesaikan,” tambahnya.

Selain masalah jamban, pemerintah daerah juga mencatat persoalan perumahan rakyat.

Meski sejumlah program telah berjalan, seperti Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dukungan Baznas, serta program dari Dinas Perumahan Rakyat, masih ada kebutuhan untuk memperluas dukungan agar rumah layak huni yang sehat dapat terpenuhi.

Bupati Sofyan juga menyoroti aspek ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat. 

“Makin banyak kita melaksanakan aktivitas, program-program kita makin banyak turun ke desa, maka itu juga dukungan terhadap ketenteraman dan ketertiban harus kita perhatikan,” jelasnya.

Baca juga: Bangun IPLT Tahun 2026, Pemkab Pohuwato Gorontalo Ingin Limbah Jadi Sumber PAD Baru

Pemerintah Kabupaten Gorontalo disebut menemukan kasus pekerja anak di Kelurahan Tilihuwa, Kecamatan Limboto. Anak-anak direkrut untuk berjualan kacang pada malam hari sehingga tidak dapat bersekolah di pagi hari. 

“Hari ini kami dapatkan di satu desa, ada perekrutan pekerja anak. Itu di Tilihua. Anak-anak direkrut jadi penjual tengah malam,” kata Bupati.

Informasi ini, kata Bupati, diperoleh dari Baznas yang telah melakukan pendampingan di lokasi.

Meski praktik pekerja anak di beberapa tempat sudah berkurang, kasus di Tilihua menjadi perhatian serius.

Ia menegaskan, berbagai masalah sosial seperti pekerja anak, penjanggalan, dan kegiatan lain yang merugikan masyarakat akan diminimalisir melalui kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD).

“Kalau ada kolaborasi yang baik, maka seluruh kegiatan ini kita dapat lihat setiap tahunnya ada perubahan,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Ismail Akase mengatakan pelaksanaan tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan semata. 

Akase melaporkan bahwa kegiatan Posyandu di bidang kesehatan selama ini telah berjalan dengan baik, dengan sasaran utama pada siklus hidup seperti ibu hamil, bayi, dan balita. 

Selain itu, kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga telah dilaksanakan.

"Kami perlu laporkan Pak Bupati bahwa kami kemarin menerima surat dari Kementerian akan mendapatkan penghargaan di Puskesmas Limboto, karena kegiatan CKG termasuk kegiatan yang jumlah penanganannya cukup tinggi," ujar Ismail.

Meskipun menunjukkan capaian positif, Akase mengakui adanya tantangan di beberapa wilayah.

"Kegiatan-kegiatan Posyandu yang selama ini kami berhubungan dengan imunisasi, memang kami masih ada beberapa masalah di beberapa kecamatan," ungkapnya.

Masalah tersebut terkait dengan imunisasi lengkap yang belum mencapai target, dan hal ini menjadi perhatian bagi para camat selaku pembina Posyandu.

"Kami memohon kepada Pak Bupati, kepada Ibu Ketua Tim Pembina Posyandu, untuk memberikan penguatan, penugasan terhadap tugas dan fungsi Tim Posyandu tingkat Kecamatan, pada Camat, untuk lebih aktif lagi terhadap kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan di kecamatan," pintanya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 17 Maret 2026 (27 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:02
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved