Pemkab Gorontalo
Siswa Jawab Kritikan Arif Rahman soal Pelibatan Pimpinan OPD Pemkab Gorontalo di Peran Saka Nasional
Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Daerah (AMMPD), Arif Rahim, menuai sorotan publik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Muallif-Nazrullah.jpg)
“Dalam Peran Saka ada berbagai saka, dan sebagian OPD menjadi dinas pengampu. Maka wajar jika mereka terlibat,” ujar Damar, yang juga merupakan pemimpin regu Singa di Gugus Depan SDIT Lukmanul Hakim.
Damar juga menekankan bahwa peran LO merupakan bagian penting dari pemerintah daerah dalam menyambut tamu sebagai tuan rumah, sebagaimana lazim dilakukan dalam kegiatan nasional seperti MTQ.
“LO itu bagian dari pelayanan maksimal pemerintah daerah sebagai tuan rumah. Ini juga bentuk implementasi dari tata aturan, tradisi, dan budaya Gorontalo yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap tamu dan pemimpin,” tutupnya.
Mengenal Peran Saka Nasional
Peran Saka Nasional akan digelar pada 2 hingga 9 November 2025 di Bumi Perkemahan (Buper) Bongohulawa, Kabupaten Gorontalo.
Melansir dari pramuka.or.id, Peran Saka merupakan singkatan dari Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka.
Peran Saka ditandai kegiatan perkemahan besar yang menjadi ajang pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega yang menjadi anggota Satuan Karya (Saka).
Tujuan kegiatan ini adalah sebagai wadah untuk meningkatkan daya saing, menciptakan generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing, serta melatih kemampuan dan pengetahuan dalam berbagai bidang yang spesifik sesuai dengan Satuan Karya masing-masing.
Satuan Karya Pramuka atau Saka adalah wadah bagi Pramuka Penegak dan Pandega untuk mengembangkan minat dan bakat mereka di bidang-bidang tertentu.
Saka berfungsi sebagai organisasi pendukung yang melekat pada Kwartir Pramuka, dengan fokus utama pada pembinaan kecakapan hidup dan kompetensi.
Melalui kegiatan Saka, Pramuka Penegak dan Pandega dibina untuk:
Menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan praktis
Para anggota Saka dilatih untuk menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, seni, serta keahlian fungsional yang relevan dengan perkembangan zaman. Tujuannya adalah agar mereka bisa hidup mandiri di masa depan. (*)