Selasa, 31 Maret 2026

Viral MBG Gorontalo

Lauk MBG Siswa SMA Telaga Gorontalo Ditemukan Telur Lalat, Begini Klarifikasi Pihak Penyelenggara

Sebuah rekaman video memperlihatkan benda menyerupai belatung di makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di SMA Negeri 1 Telaga

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Lauk MBG Siswa SMA Telaga Gorontalo Ditemukan Telur Lalat, Begini Klarifikasi Pihak Penyelenggara
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
VIRAL MBG -- Kolase foto SMA Negeri 1 Telaga dan Kepala SPPG Kecamatan Telaga, Celine Kukus. Kepala SPPG menjelaskan penemuan telur lalat di lauk MBG. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Sebuah rekaman video memperlihatkan benda menyerupai belatung di makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di SMA Negeri 1 Telaga, Kabupaten Gorontalo, viral di media sosial.

Unggahan itu sontak menjadi sorotan warganet pada Kamis (9/10/2025).

Setelah ditelusuri, pihak sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo membantah benda tersebut adalah belatung.

Mereka menegaskan bahwa benda asing itu merupakan larva lalat yang ditemukan dalam satu wadah (ompreng) berisi lauk ayam goreng.

Kepala SPPG Kecamatan Telaga, Celine Kukus, langsung menanggapi laporan tersebut dengan turun ke lokasi setelah mendapat informasi dari pihak SMA 1 Telaga.

Dari hasil pemeriksaan, ia membenarkan adanya temuan tersebut.

“Kejadian itu saya langsung konfirmasi ke sekolah, dikatakan bahwa itu telur lalat, bukan belatung. Telur lalat di dalam satu ompreng ayam ditemukan di situ,” ungkap Celine saat ditemui, Jumat (10/10/2025).

Celine memastikan bahwa makanan yang bermasalah itu langsung diganti dengan yang baru, dan penerima makanan hanya satu orang dari total 3.199 penerima manfaat MBG di wilayah Kecamatan Telaga.

“Saya langsung ke sekolah, saya tanya apakah betul, dan mereka bilang betul. Tapi langsung diganti dengan makanan baru dan dimakan oleh anak itu,"

"Makanan yang pertama dibawa kembali ke kami, sudah kami dokumentasi, memang benar ada telur lalat. Tapi hanya satu orang yang kena,” ujarnya. 

Menurut Celine, seluruh proses pengolahan makanan di dapur SPPG Telaga sudah dilakukan dengan standar higienis dan SOP yang ketat.

Bahan makanan dari pemasok (supplier) masuk H-1 dan langsung diolah malam hari agar tetap segar saat didistribusikan pagi.

“Kami tidak pernah masak hari ini untuk dibagikan besok. Kalau nasi dimasak jam 12 malam, ikan dan sayur sekitar jam 1 atau jam 2 dini hari. Proses memasak bertahap, kami utamakan dulu untuk TK dan SD kelas 1 sampai 3,” jelasnya.

Ia menambahkan, ruang dapur SPPG bersifat tertutup, tidak semua orang bisa masuk, dan setiap petugas diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

“Ruang dapur kami tertutup, tidak semua bisa masuk. Makanya saya heran kenapa bisa ada larva,” ungkap Celine.

Celine juga menyinggung kejadian sebelumnya yang sempat viral dua bulan lalu, yaitu ditemukannya ulat di buah rambutan yang sumbernya berasal dari pemasok. Kejadian ini memicu evaluasi menyeluruh di dapur SPPG.

“Kejadian yang dulu itu berbeda. Itu ulat yang ada di buah rambutan dari supplier. Sejak itu kami hentikan penggunaan buah rambutan, dan buah berkulit kami simpan di plastik. Kalau buah potong seperti semangka, kami lapisi plastik lagi. Pisang kami taruh di tas kristik merah yang dilubangi supaya tidak lembab,” terangnya.

“Kami evaluasi terus, kami juga langsung menegur karyawan dan memperbaiki cara penyimpanan dan distribusi agar lebih aman,” tambahnya.

Baca juga: Wagub Gorontalo Idah Syahidah Dorong Program MBG, Progres SPPG Gorontalo Sudah 77,57 Persen

Respons Pihak Sekolah

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 1 Telaga, Muhajirin, membenarkan bahwa siswa yang menemukan benda tersebut langsung melapor kepada guru.

“Begitu siswa melihat, dia langsung lapor ke guru. Makanan itu tidak dimakan, langsung difoto, dan dikonfirmasi ke pihak SPPG. Mereka langsung mengganti,” ujarnya.

Muhajirin menegaskan, pihak sekolah sudah memiliki SOP pengawasan makanan dan selalu mengimbau siswa untuk berhati-hati.

“Anak-anak kami biasakan untuk mencuci tangan, memperhatikan makanan sebelum makan, bahkan difoto dulu. Kalau ditemukan yang tidak baik, lapor ke guru,” jelasnya.

Ia mengapresiasi komunikasi dan tindak lanjut yang cepat dari pihak SPPG. “Kami tetap berkoordinasi. Kalau ada kejadian, langsung kami sampaikan ke SPPG. Mereka juga sigap menindaklanjuti,” katanya.

Muhajirin mengakui ini adalah kejadian kedua yang melibatkan SPPG Telaga, namun ia menilai pihak penyedia makanan telah banyak melakukan perbaikan sejak kasus sebelumnya.

“Dulu yang pertama itu ulat di buah, sekarang larva lalat. Tapi mereka sudah perbaiki dan lebih hati-hati lagi. Kami juga selalu ingatkan siswa supaya lebih waspada dan tetap memeriksa makanan sebelum makan,” tutupnya.

 

(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved