Viral MBG Gorontalo
Lauk MBG Siswa SMA Telaga Gorontalo Ditemukan Telur Lalat, Begini Klarifikasi Pihak Penyelenggara
Sebuah rekaman video memperlihatkan benda menyerupai belatung di makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di SMA Negeri 1 Telaga
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SMA-Negeri-1-Telaga-dan-Kepala-SPPG-Kecamatan-Telaga.jpg)
Celine juga menyinggung kejadian sebelumnya yang sempat viral dua bulan lalu, yaitu ditemukannya ulat di buah rambutan yang sumbernya berasal dari pemasok. Kejadian ini memicu evaluasi menyeluruh di dapur SPPG.
“Kejadian yang dulu itu berbeda. Itu ulat yang ada di buah rambutan dari supplier. Sejak itu kami hentikan penggunaan buah rambutan, dan buah berkulit kami simpan di plastik. Kalau buah potong seperti semangka, kami lapisi plastik lagi. Pisang kami taruh di tas kristik merah yang dilubangi supaya tidak lembab,” terangnya.
“Kami evaluasi terus, kami juga langsung menegur karyawan dan memperbaiki cara penyimpanan dan distribusi agar lebih aman,” tambahnya.
Baca juga: Wagub Gorontalo Idah Syahidah Dorong Program MBG, Progres SPPG Gorontalo Sudah 77,57 Persen
Respons Pihak Sekolah
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 1 Telaga, Muhajirin, membenarkan bahwa siswa yang menemukan benda tersebut langsung melapor kepada guru.
“Begitu siswa melihat, dia langsung lapor ke guru. Makanan itu tidak dimakan, langsung difoto, dan dikonfirmasi ke pihak SPPG. Mereka langsung mengganti,” ujarnya.
Muhajirin menegaskan, pihak sekolah sudah memiliki SOP pengawasan makanan dan selalu mengimbau siswa untuk berhati-hati.
“Anak-anak kami biasakan untuk mencuci tangan, memperhatikan makanan sebelum makan, bahkan difoto dulu. Kalau ditemukan yang tidak baik, lapor ke guru,” jelasnya.
Ia mengapresiasi komunikasi dan tindak lanjut yang cepat dari pihak SPPG. “Kami tetap berkoordinasi. Kalau ada kejadian, langsung kami sampaikan ke SPPG. Mereka juga sigap menindaklanjuti,” katanya.
Muhajirin mengakui ini adalah kejadian kedua yang melibatkan SPPG Telaga, namun ia menilai pihak penyedia makanan telah banyak melakukan perbaikan sejak kasus sebelumnya.
“Dulu yang pertama itu ulat di buah, sekarang larva lalat. Tapi mereka sudah perbaiki dan lebih hati-hati lagi. Kami juga selalu ingatkan siswa supaya lebih waspada dan tetap memeriksa makanan sebelum makan,” tutupnya.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)