Kamis, 19 Maret 2026

Guru Tampar Siswa Gorontalo

Kronologi Guru Diduga Tampar Siswa di Gorontalo, Berawal dari Debt Collector Datang ke Sekolah

Reymond Panigoro, orang tua korban, akhirnya angkat bicara dan menjelaskan kronologi lengkap yang dialami anaknya.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kronologi Guru Diduga Tampar Siswa di Gorontalo, Berawal dari Debt Collector Datang ke Sekolah
Generated by AI
KORBAN KEKERASAN -- Ilustrasi seorang siswa menangis di sekolah, dibuat oleh Artificial Inteligence (AI). Seorang siswa diduga ditampar oleh gurunya di sekolah. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Dugaan kasus kekerasan yang menimpa seorang siswa SDN 2 Batudaa, Provinsi Gorontalo, berbuntut panjang. 

Reymond Panigoro, orang tua korban, akhirnya angkat bicara dan menjelaskan kronologi lengkap yang dialami anaknya.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (19/9/2025), masih dalam jam pelajaran sekolah.

Menurut Reymond, peristiwa bermula ketika seorang yang diduga penagih utang (debt collector) datang ke sekolah. 

Saat itu, terjadi kesalahpahaman, dan anaknya disebut-sebut sebagai pihak yang melaporkan kedatangan kolektor tersebut.

“Awalnya kedatangan yang menagih bertanya karena ibu (guru) mungkin bersembunyi. Kemudian anak-anak sekolah bersuara bahwa gurunya kabur, maka guru itu marah,” ungkap Reymond kepada TribunGorontalo.com, pada Jumat (26/9/2025).

Diduga karena kesalahpahaman tersebut, seorang guru kemudian melampiaskan emosinya kepada anak Reymond.

“Dia menempeleng, tiga kali di depan dan sekali di belakang. Jadi total empat kali. Itu terjadi di depan kelasnya, masih di lingkungan sekolah,” tutur Reymond dengan nada kesal.

Reymond mengaku baru mengetahui peristiwa itu saat ia masih berada di Manado. 
Begitu menerima kabar, ia langsung menghubungi pihak sekolah dan Dinas Pendidikan.

“Saya sempat telepon kepala sekolah, tapi suara putus-putus karena saya masih di Manado. Jumat malamnya saya langsung berangkat pulang, dan Sabtu pagi sudah sampai di sini,” jelasnya.

Tindak lanjut kemudian dilakukan melalui mediasi bersama sekolah dan Dinas Pendidikan. 

KASUS KEKERASAN -- Reymond Panigoro, orang tua siswa saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Jumat (26/9/2025). Reymond melaporkan oknum guru yang diduga menampar anaknya. (Sumber foto: TribunGorontalo. com/Jefri Potabuga)
KASUS KEKERASAN -- Reymond Panigoro, orang tua siswa saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Jumat (26/9/2025). Reymond melaporkan oknum guru yang diduga menampar anaknya. (Sumber foto: TribunGorontalo. com/Jefri Potabuga) (TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Reymond menyebut, pihak guru yang diduga melakukan kekerasan sudah ditarik sementara ke Dinas Pendidikan.

“Katanya ibu guru itu ditarik dulu selama tiga bulan. Setelah itu akan dipindahkan, entah di Pinogu atau di Alo. Begitu penjelasan dari pihak dinas,” terangnya.

Meski demikian, Reymond mengaku masih belum sepenuhnya puas. 

Ia sempat mendatangi Polsek untuk membuat laporan, namun karena proses mediasi sudah dimulai, ia pun memberikan kesempatan kepada pihak dinas.

“Saya sempat ke Polsek, awalnya mau mediasi. Tapi saya tetap berkeras, karena Dinas Pendidikan sudah ambil langkah dulu. Saya ingin lihat prosesnya. Kalau nanti saya kurang puas, saya siap lanjutkan proses hukum,” ucapnya.

Yang membuatnya semakin kecewa adalah sikap guru yang bersangkutan.

“Memang sudah bertemu saya, tapi tidak ada kata-kata merasa bersalah. Tidak ada penyampaian maaf, apalagi penyesalan. Jadi bagi saya, itu semakin menyakitkan,” tegasnya.

Sebagai orang tua, Reymond merasa dikhianati oleh kepercayaan yang ia berikan kepada sekolah. 

“Saya sudah kasih kepercayaan ke guru sebagai pengganti orang tua di sekolah. Tapi kejadian ini membuat hati kami terluka,” pungkasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Guru SD di Gorontalo Dilaporkan ke Polisi Usai Diduga Tampar Siswa

Tanggapan pihak sekolah

KEKERASAN SISWA -- Kepala SDN 2 Batudaa, Faisal Bima, saat ditemui TribunGorontalo.com, Jumat (26/9/2025). Faisal mengaku kaget tiba-tiba ditelepon polisi menanyakan kasus dugaan guru tampar siswa di sekolahnya.
KEKERASAN SISWA -- Kepala SDN 2 Batudaa, Faisal Bima, saat ditemui TribunGorontalo.com, Jumat (26/9/2025). Faisal mengaku kaget tiba-tiba ditelepon polisi menanyakan kasus dugaan guru tampar siswa di sekolahnya. (TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Kepala SDN 2 Batudaa, Faisal Bima, membenarkan adanya laporan keributan di kelas pada Jumat (19/9/2025) lalu.

Namun, ia mengaku terkejut saat tahu insiden yang diduga melibatkan pemukulan siswanya itu telah dilaporkan ke polisi oleh orang tua korban.

"Terus terang saya kaget. Belum sempat kami lakukan klarifikasi internal, masalah ini sudah langsung masuk ranah hukum,” ungkap Faisal saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Jumat (26/9/2025). 

Faisal Bima menuturkan bahwa setelah keributan di kelas mereda, ia didatangi oleh orang tua siswa yang diduga menjadi korban, Reymond Panigoro, yang menyampaikan bahwa anaknya telah ditampar oleh guru.

Faisal mengaku telah berupaya menenangkan suasana dan mengusulkan agar persoalan diselesaikan melalui mediasi secara baik-baik.

“Saya katakan, mari kita bicarakan baik-baik. Tapi karena waktu itu sudah mau salat, saya usulkan nanti setelah ibadah atau di Senin. Namun rupanya orang tua langsung memilih melapor ke Polsek Batudaa,” jelas Faisal.

Faisal sendiri menegaskan bahwa ia tidak melihat langsung dugaan pemukulan itu. Ia baru mengetahui bahwa ia ditelepon oleh pihak kepolisian karena laporan telah masuk, sesaat setelah ia pulang dari kegiatan PGRI.

 


(Tribungorontalo.com/Jefry Potabuga)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 19 Maret 2026 (29 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 11:59
‘Ashr 15:00
Maghrib 18:02
‘Isya’ 19:10

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved