Pemkab Gorontalo
Pemkab Gorontalo Gelar Porsenijar 2025, Ajang Solidaritas hingga Profesionalisme Guru
Porsenijar PGRI 2025 di Kabupaten Gorontalo resmi dibuka, ajang guru tingkatkan profesionalisme, olahraga, seni, dan pembelajaran.
Penulis: Fadri Kidjab | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/pksenijar-2025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas Dikbud) menggelar Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) Tahun 2025, Senin (22/9/2025).
Acara ini dipusatkan di Gedung PGRI di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Sebanyak 101 hadirin terdiri dari atlet, ofisial dan pelatih, serta panitia, wasit, dan juri menghadiri pembukaan yang dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Gorontalo, Safwan Bano.
Partisipasi masif ini menunjukkan semangat para guru dan tenaga pendidik dalam ajang Porsenijar, yang bertujuan untuk meningkatkan solidaritas dan profesionalisme melalui olahraga dan seni.
Menurut Safwan Bano, kegiatan ini sangat strategis karena guru tidak hanya meningkatkan kapabilitas di bidang pengajaran, tetapi juga di bidang olahraga dan seni.
"Melalui kompetisi yang berjenjang ini, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional, guru akan bisa mengasah kemampuannya menjadi guru yang sportif, profesional, kreatif, dan berbudaya," ujar Safwan kepada TribunGorontalo.com, Senin (22/9/2025).
Porsenijar juga diharapkan dapat menjadi jembatan untuk membangun kapasitas dan kualitas guru di masa depan, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada prestasi siswa.
Dinas Dikbud memberikan dukungan penuh untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan Porsenijar PGRI.
Dukungan ini mencakup ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) hingga sarana dan prasarana.
"Dukungan pesertanya semua dari guru, SDM-nya. Seluruh perangkat yang terlibat di sini adalah guru, jadi di bawah koordinasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan," jelasnya.
Dukungan ini termasuk penyediaan personel atlet, wasit, dan semua penyelenggara acara.
Tantangan terbesar yang dihadapi oleh para peserta adalah persaingan dengan daerah lain.
Sebagai ajang kompetisi, setiap daerah akan berusaha untuk menjadi yang terbaik.
"Kami juga akan berusaha menjadi yang terbaik di Kabupaten Gorontalo untuk bisa meraih hingga ke tingkat nasional," ungkapnya.
Dalam lima tahun ke depan, Dinas Dikbud berharap Porsenijar dapat menjadi acara yang mendorong sinergi dan kolaborasi antara semua pemangku kepentingan, termasuk PGRI sebagai organisasi profesi guru.
Hal ini diharapkan bisa memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan sumber daya pendidikan dan prestasi belajar.
"Kami berharap guru benar-benar menjadi lebih profesional lagi ke depan," pungkasnya.
Kepala Dinas Dikbud juga berpesan kepada para atlet yang akan bertanding untuk menjunjung tinggi sportivitas.
"Sportivitas yang penting dalam kompetisi. Alhamdulillah kalau menang, kalau kalah ya harus mengakui kekalahan," tutupnya.
Sekilas tentang Porsenijar
Porsenijar adalah singkatan dari Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai ajang kompetisi bagi para guru dan tenaga pendidik.
Wakil Ketua III PGRI, Sutrisno Yunus, menjelaskan Porsenijar digelar empat tahun sekali.
Tahun ini menjadi partisipasi keenam bagi kontingen Kabupaten Gorontalo.
Ia menjelaskan bahwa tahun kontingen Porsenijar Kabupaten Gorontalo 2025 terdiri dari 52 atlet dan 20 ofisial, dengan total 74 orang.
“Kami menargetkan catur bisa sampai ke tingkat nasional, demikian juga untuk pembelajaran mendalam, serta beberapa cabang bulu tangkis dan vokalia putra dan putri,” ujar Sutrisno.
Jadwal dan Lokasi Pertandingan
Porsenijar PGRI Kabupaten Gorontalo akan berlangsung mulai 22 Oktober hingga 25 Oktober 2025 di tiga lokasi berbeda:
- Gedung Guru PGRI Kabupaten Gorontalo
- Gedung Bulu Tangkis Agrindo
- SMP Negeri 1 Limboto untuk pertandingan tenis meja.
Sutrisno juga menyampaikan bahwa pada kompetisi empat tahun lalu, kontingen Gorontalo berhasil meraih prestasi gemilang dengan menjadi juara nasional pada cabang paduan suara dan vokalia.
Tahun ini, pihak panitia akan fokus pada pengembangan pembelajaran mendalam sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi dan profesionalisme guru.
Program ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
“Untuk mendukung program ini, kami juga melaksanakan kegiatan GTK Transformatif di Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo,” jelas Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo tersebut.
Porsenijar PGRI tahun ini akan melombakan tiga bidang utama antara lain:
- olahraga: Catur, bulu tangkis, dan tenis meja.
- seni: Vokalia tunggal (menyanyi solo), paduan suara, dan konten kreator video.
- pembelajaran: Lomba yang berfokus pada inovasi pembelajaran.
(Tribungorontalo.com/Fajri Kidjab)
| Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Disabilitas, Bupati Gorontalo Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial |
|
|---|
| Nama-nama 171 Kepala Sekolah Dilantik Bupati Gorontalo Hari Ini 6 Maret 2026 |
|
|---|
| Breaking News: Bupati Gorontalo Lantik serta Kukuhkan 19 Korwil dan 171 Kepala Sekolah |
|
|---|
| Bupati Gorontalo Sofyan Puhi Dorong Tradisi Gebyar Kunut Batudaa Jadi Warisan Budaya |
|
|---|
| Warga Kabupaten Gorontalo Bisa Tebus Sembako Rp60 Ribu, Bupati Sofyan Puhi: Manfaatkan Baik-baik |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.