Pelecehan Anak di Gorontalo
Pria Lansia Diduga Cabuli Anak-anak di Dalam Masjid, Ternyata Guru Ngaji
Seorang pria berusia lanjut (lansia) diduga mencabuli muridnya sendiri di bawah umur.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
"Iya, orang tua korban sudah melapor di Polres," ujar Iptu Wawan.
Sementara itu, Kanit PPA Polres Gorontalo, Aipda Stalin Kadir, menyatakan bahwa pihaknya akan segera meminta keterangan dari korban dan keluarganya.
Pihak kepolisian juga akan memanggil saksi-saksi terkait.
"Korban juga sudah menjalani visum dengan didampingi Dinas P2TP2A Kabupaten Gorontalo," tegas Aipda Stalin.
Hingga saat ini, polisi masih mengumpulkan bukti-bukti untuk mendalami kasus yang telah meresahkan masyarakat Gorontalo tersebut.
Baca juga: BREAKING NEWS: Imam Masjid Gorontalo Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Orang Tua Lapor Polisi
Cara mencegah anak jadi korban pelecehan
Pelecehan anak adalah masalah serius yang bisa menimpa siapa saja, dan sebagai orang tua atau orang dewasa, kita punya peran penting untuk melindungi mereka.
Mencegah anak menjadi korban pelecehan membutuhkan kombinasi dari pendidikan, komunikasi, dan menciptakan lingkungan yang aman.
Mengajarkan Anak tentang Batasan Tubuh dan Pelecehan
Ajarkan konsep 'rahasia baik' dan 'rahasia buruk'. Rahasia baik adalah kejutan, seperti pesta ulang tahun.
Rahasia buruk adalah sesuatu yang membuat anak tidak nyaman, takut, atau bingung, dan harus segera diceritakan kepada orang dewasa yang dipercaya.
Berikan anak kosakata yang tepat untuk anggota tubuh mereka.
Gunakan nama-nama yang benar dan ajarkan mereka bahwa tidak ada orang yang boleh menyentuh bagian pribadi mereka, begitu pula sebaliknya.
Tanamkan pemahaman bahwa tubuh mereka adalah milik mereka sendiri.
Anak berhak mengatakan "tidak" jika ada yang menyentuh atau membuat mereka tidak nyaman, bahkan jika itu adalah anggota keluarga atau teman dekat.
Membangun Komunikasi yang Terbuka dan Aman
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.