Jumat, 27 Maret 2026

Berita Internasional

Perang Iran Picu Krisis Pangan Global, Pupuk Langka dan Harga Terancam Naik

Dampak perang antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat kini menjalar jauh melampaui medan tempur.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Perang Iran Picu Krisis Pangan Global, Pupuk Langka dan Harga Terancam Naik
shutterstock
ILUSTRASI -- Kelangkaan pupuk membayangi dunia pasca perang di Iran meletus. 

Dampaknya tidak berhenti di ladang. Di Amerika Serikat dan Eropa, musim tanam utama sedang berlangsung, dan keterlambatan pupuk bisa langsung memengaruhi hasil panen.

Para ahli mengingatkan bahwa tanpa nutrisi yang cukup di fase awal pertumbuhan, tanaman tidak akan berkembang optimal, yang pada akhirnya menurunkan produksi.

Kondisi ini menempatkan petani dalam dilema sulit. Mengurangi penggunaan pupuk berarti risiko hasil panen turun, sementara tetap membeli pupuk dengan harga tinggi akan menggerus keuntungan.

Pada akhirnya, tekanan ini hampir pasti akan diteruskan ke konsumen dalam bentuk kenaikan harga pangan.

Upaya untuk menutup kekurangan pasokan pun tidak mudah. Negara produsen besar seperti China memilih mengamankan kebutuhan domestik, sementara Rusia sudah beroperasi hampir pada kapasitas penuh.

Artinya, gangguan pasokan global tidak bisa segera diatasi.

Perusahaan pupuk global seperti Yara International menegaskan bahwa sistem pangan dunia sangat bergantung pada stabilitas rantai pasok pupuk.

Tanpa itu, ketahanan pangan global menjadi rapuh.

Jika konflik terus berlanjut, krisis ini berpotensi menjadi titik balik, bukan hanya bagi geopolitik, tetapi juga bagi masa depan pangan dunia.

(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved