Berita Internasional
Konflik Iran Picu Lonjakan Harga BBM di Amerika Gara-gara Jalur Minyak Dunia Terganggu
Konflik geopolitik yang melibatkan Iran mulai berdampak langsung pada ekonomi Amerika Serikat setelah harga bahan bakar melonjak tajam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BBM-Noozle-pengisian-bahan-bakar-minya-Diketahui-bahan-bakar-minya-di-Amerika-melonjak.jpg)
Ia bahkan mengklaim bahwa angkatan laut Iran kini dinilai sudah tidak lagi efektif dalam pertempuran.
Selain itu, Washington juga menyebut telah berhasil menghancurkan sebagian besar ancaman rudal balistik Iran.
Trump Soroti Kepemimpinan Baru Iran
Leavitt juga menyinggung perhatian Presiden AS Donald Trump terhadap proses pemilihan pemimpin baru Iran setelah tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
“Sudah tentu menjadi kepentingan Amerika Serikat agar Iran tidak lagi dipimpin oleh rezim radikal yang meneriakkan ‘kematian bagi Amerika’ dan berbohong kepada dunia mengenai ambisi rahasia mereka untuk memiliki bom nuklir,” kata Leavitt.
Ia menambahkan bahwa Trump tertarik untuk mengikuti perkembangan siapa yang akan menjadi pemimpin Iran berikutnya dan sedang mempertimbangkan berbagai opsi.
Dalam wawancara dengan Axios dan Reuters, Trump bahkan mengatakan bahwa ia seharusnya memiliki peran dalam menentukan pemimpin Iran berikutnya.
Ia juga menilai Mojtaba Khamenei, putra dari pemimpin tertinggi Iran yang telah meninggal, sebagai sosok yang “tidak dapat diterima”.
Sementara itu, US Central Command menyatakan bahwa militer Amerika telah menyerang lebih dari 3.000 target di Iran sejak operasi dimulai pada 28 Februari.
Dalam operasi tersebut, pasukan AS juga dilaporkan telah merusak atau menghancurkan 43 kapal milik Iran.
Washington mengerahkan sejumlah aset militer canggih, termasuk pesawat pengebom B-1 Lancer, pesawat siluman B-2 Spirit, serta jet tempur siluman F-35 Lightning II.
Komandan CENTCOM, Brad Cooper, mengatakan Iran telah menyerang 12 negara berbeda dan terus menargetkan warga sipil di Timur Tengah.
Ia menegaskan bahwa setiap serangan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa balasan. (*)