Berita Internasional
Pandemi Baru Tinggal Tunggu Waktu? Pakar Ingatkan Ancaman Virus Influenza
Seorang pakar penyakit menular asal Rusia mengingatkan bahwa virus influenza berpotensi menjadi pemicu pandemi global berikutnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Masyarakat-Gorontalo-Iyas-menggunakan-masker.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Ancaman pandemi baru dinilai bukan sekadar kemungkinan, melainkan hanya soal waktu.
Seorang pakar penyakit menular asal Rusia mengingatkan bahwa virus influenza berpotensi menjadi pemicu pandemi global berikutnya, dengan dua subtipe yang kini menjadi perhatian utama para ahli.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Yelena Malinnikova, dokter ilmu kedokteran sekaligus ahli virologi Rusia, dalam keterangannya kepada kantor berita TASS.
Baca juga: Cek Status Bansos KKS Kini Bisa Online, Warga Tak Perlu Lagi Datang ke Kantor
Menurutnya, sejarah dan pola penyebaran virus influenza menunjukkan bahwa pandemi di masa depan hampir pasti akan terjadi.
“Pandemi influenza pasti akan terjadi, satu-satunya pertanyaan adalah kapan itu akan terjadi dan seberapa intens dampaknya,” ujar Malinnikova.
Ia menyebut dua subtipe virus influenza yang paling berpotensi memicu pandemi, yakni A(H3N2) yang dikenal sebagai flu Hong Kong, serta A(H5N1) atau flu burung.
Subtipe A(H3N2) diketahui telah beredar di kalangan manusia selama lebih dari 50 tahun, sementara A(H5N1) selama ini menjadi perhatian karena tingkat kematian yang tinggi pada kasus-kasus tertentu.
“A(H3N2), yang telah bersirkulasi di manusia selama lebih dari setengah abad, dan strain flu burung dengan protein permukaan virus Hemagglutinin-5 termasuk kandidat yang paling sering dibahas,” jelasnya.
“Itulah sebabnya kedua virus ini berada di bawah pengawasan khusus, dan itu sangat beralasan, karena virus influenza mulai kembali ‘mengangkat kepalanya’,” lanjut Malinnikova.
Baca juga: Gempa 3,3 Guncang Barat Daya Buru Selatan, Maluku
Meski memberikan peringatan tegas, Malinnikova menekankan bahwa dunia tidak berada dalam kondisi tanpa pertahanan.
Ia menegaskan bahwa perkembangan ilmu kedokteran saat ini telah menyediakan berbagai alat untuk menghadapi ancaman influenza.
“Namun, ini tidak berarti kita tidak berdaya: kita memiliki obat antivirus dan vaksin, sehingga tidak ada alasan untuk panik,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan langkah-langkah pencegahan dasar yang selama ini terbukti efektif dalam menekan penularan penyakit menular.
Menurutnya, kepatuhan terhadap pedoman sanitasi dan epidemiologi menjadi kunci penting dalam menghadapi potensi ancaman tersebut.
Malinnikova menyerukan agar masyarakat menggunakan masker di tempat umum, menjalani vaksinasi secara rutin, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Ia menilai langkah-langkah sederhana tersebut dapat memberikan perlindungan signifikan, terutama jika aktivitas virus influenza kembali meningkat.
Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa meskipun pandemi baru belum terjadi, kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap diperlukan.
Ancaman virus influenza, menurut para ahli, adalah tantangan global yang membutuhkan perhatian bersama, tanpa harus disikapi dengan kepanikan berlebihan. (*)
| Mayoritas Senat Dukung Trump, Hasilnya Amerika Bisa Lanjutkan Serangan ke Iran |
|
|---|
| Ledakan Guncang Ibukota Iran di Hari Kelima Perang dengan Amerika, Serangan Terjadi saat Fajar |
|
|---|
| Terungkap! CCTV Iran Diretas untuk Lacak Rute Harian Ali Khamenei Sebelum 30 Rudal Ditembakkan |
|
|---|
| Fantastis! Amerika Rugi Rp 12 Triliun Hanya dalam 24 Jam Serang Iran, Ini Rincian Biayanya |
|
|---|
| Serangan Udara Hantam Ibu Kota Iran, Amerika Serikat Disebut Turut Terlibat |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.