Berita Internasional

Shock! 121 Tewas dalam Operasi Anti Narkoba Terbesar di Brasil

Sedikitnya 121 orang tewas dalam operasi polisi paling mematikan dalam sejarah Rio de Janeiro.

Editor: Wawan Akuba
freepik
PERANG NARKOBA -- Polisi Brazil menyeret seseorang dalam perang melawan narkoba hingga ratusan jiwa meninggal. 

TRIBUNGORONTALO.COM — Sedikitnya 121 orang tewas dalam operasi polisi paling mematikan dalam sejarah Rio de Janeiro.

Menurut keterangan polisi, operasi itu pada dasarnya menargetkan jaringan kejahatan terorganisir dan perdagangan narkoba, Rabu (29/10) waktu setempat.

Selain korban tewas, 56 orang juga telah ditangkap dalam operasi besar-besaran tersebut.

Operasi yang digelar pada Selasa (28/10/2025) itu masih terus menyisakan dampak besar hingga Rabu, dengan pihak kepolisian dan sumber dari Brasil memperkirakan angka korban jiwa dapat terus bertambah.

Aksi penegakan hukum tersebut dilakukan di berbagai wilayah di provinsi Rio de Janeiro, termasuk Complexo do Alemão dan Penha, dua kawasan yang dikenal sebagai sarang aktivitas geng narkoba.

Sekitar 2.500 aparat dari berbagai satuan kepolisian terlibat, termasuk penggunaan kendaraan lapis baja untuk mendukung pergerakan pasukan di daerah padat penduduk.

Seorang sumber dari Brasil yang dikutip ABC News menggambarkan suasana memilukan pada Rabu, ketika puluhan jenazah berbaris di tanah untuk diidentifikasi oleh pihak keluarga.

Menurut kepolisian, ini adalah operasi paling mematikan yang pernah dilakukan di Negara Bagian Rio de Janeiro.

Pemerintah negara bagian menyebut, operasi kali ini merupakan yang terbesar dalam sejarah dalam upaya memberantas geng Comando Vermelho, sindikat narkoba paling berpengaruh di Brasil.

Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva disebut terkejut dan terguncang atas tingginya jumlah korban. Ia juga mengaku tidak mengetahui adanya operasi sebesar itu sebelumnya.

“Presiden sangat terkejut dengan jumlah korban jiwa yang luar biasa besar dan kaget karena operasi sebesar ini dilakukan tanpa sepengetahuan atau keterlibatan pemerintah federal,” ujar Menteri Kehakiman Brasil Ricardo Lewandowski, dikutip Reuters.

Operasi besar ini berlangsung menjelang serangkaian agenda global penting di Brasil, termasuk KTT C40 para wali kota dunia dan penghargaan lingkungan Earthshot Prize yang akan dihadiri Pangeran William di Rio pekan depan.

Sementara itu, pada November mendatang, Brasil juga akan menjadi tuan rumah Konferensi Iklim PBB (COP30) yang dijadwalkan berlangsung di Belem, wilayah utara negara itu, dari 10 hingga 21 November 2025.

PBB turut menyuarakan keprihatinan mendalam atas banyaknya korban jiwa.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menyampaikan dalam pernyataan resminya bahwa Antonio Guterres sangat prihatin terhadap eskalasi kekerasan tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 19 Februari 2026 (1 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Zhuhr 12:05
‘Ashr 15:22
Maghrib 18:08
‘Isya’ 19:17
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved