Berita Misteri Kematian

Identitas Jasad Wanita Terungkap Usai 20 Tahun

Identify Me merupakan program yang bertujuan mengungkap identitas lebih dari 40 wanita yang ditemukan tewas

Editor: Aldi Ponge
X.com
IDENTITAS TERUNGKAP -  Identitas wanita yang meninggal pinggir jalan di Provinsi Barcelona, Spanyol pada 2005 akhirnya terungkap. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Identitas wanita yang meninggal pinggir jalan di Provinsi Barcelona, Spanyol pada 2005 akhirnya terungkap.

Jasad wanita tersebut ternyata  Liudmila Zavada,  warga negara Rusia.

Interpol mengungkap identitas tersebut melalui operasi Identify Me. Hasil tersebut diumumkan pada Kamis (25/9/2025)

Identify Me merupakan program yang bertujuan mengungkap identitas lebih dari 40 wanita yang ditemukan tewas di Belgia, Perancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Spanyol dalam beberapa dekade terakhir.

Saat meninggal, Zavada berusia 31 tahun.

Pencarian identitas ini memerlukan bantuan banyak pihak dan waktu agar menemukan titik terang.

Lalu, bagaimana kronologi awal mula penemuan jasad Zavada hingga terungkap identitasnya? 

Kronologi kematian Zavada

Dilansir dari BBC, Kamis (25/9/2025), Jasad Zavada ditemukan pada Juli 2005 di pinggir jalan di Provinsi Barcelona, Spanyol.

Saat itu polisi menjulukinya “wanita berbaju merah muda” karena pakaian yang dikenakannya.

Ketika jasad Zavada ditemukan, ia memakai atasan bermotif bunga, celana panjang, dan sepatu berwarna merah muda.

Polisi menyebut penyebab kematian Zavada mencurigakan. Sebab, bukti menunjukkan jenazahnya dipindahkan dalam 12 jam sebelum ditemukan.

Namun, penyelidikan saat itu gagal mengungkap siapa dirinya.

Masuk dalam operasi Identify Me

Lantaran gagal teridentifikasi, kasus kematian Zavada masuk ke kampanye Identify Me yang diluncurkan Interpol pada 2023.

Dilansir dari CNN, Kamis (25/9/2025), Identify Me merupakan program yang bertujuan mengungkap identitas lebih dari 40 wanita yang ditemukan tewas di Belgia, Perancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Spanyol dalam beberapa dekade terakhir.

Sederhananya, kampanye tersebut bertujuan mengidentifikasi wanita yang dibunuh atau meninggal dalam keadaan misterius di Eropa.

Dalam operasi ini, Interpol untuk pertama kalinya merilis “pemberitahuan hitam” ke publik.

Mereka juga membagikan data sidik jari serta catatan biometrik Zavada ke kepolisian di 196 negara.

Hasilnya, ada kecocokan sidik jari dengan basis data nasional di Turkiye.

Identitasnya kemudian dikonfirmasi melalui analisis DNA dengan salah satu kerabat dekat.

“Setelah 20 tahun, seorang perempuan tak dikenal akhirnya mendapatkan kembali namanya,” kata Sekretaris Jenderal Interpol, Valdecy Urquiza.

“Setiap identifikasi membawa harapan baru bagi keluarga serta menciptakan petunjuk penting bagi penyelidik,” kata dia.

Ia menambahkan, identifikasi dari kampanye Identify Me memberi harapan baru bagi keluarga orang hilang sekaligus petunjuk baru bagi penyelidik.

Adapun investigasi terkait kematian dan kondisi yang menimpa Liudmila Zavada hingga kini masih berlanjut.

Seputar kampanye Identify Me

Zavada menjadi orang ketiga yang berhasil diidentifikasi lewat operasi Identify Me.

Sebelumnya, Rita Roberts (31), warga Wales yang dibunuh di Belgia pada 1992, terungkap identitasnya setelah keluarganya melihat tato dalam laporan BBC.

Kasus lain adalah Ainoha Izaga Ibieta Lima (33) asal Paraguay, yang ditemukan tewas di kandang unggas di Spanyol dan digolongkan polisi sebagai kematian “tidak dapat dijelaskan”.

Meski tiga identitas sudah terungkap, polisi masih berusaha mengenali 44 perempuan lainnya yang ditemukan tewas di Belanda, Jerman, Belgia, Perancis, Italia, dan Spanyol.

Sebagian besar diyakini merupakan korban pembunuhan berusia 15–30 tahun.

Interpol menyebut meningkatnya migrasi global dan perdagangan manusia membuat proses identifikasi jenazah semakin sulit.

Seorang pejabat menambahkan, perempuan biasanya menjadi korban kekerasan berbasis gender, termasuk kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, hingga perdagangan manusia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Misteri Jasad Wanita di Spanyol Terkuak Setelah 20 Tahun berkat Operasi Identify Me

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 19 Februari 2026 (1 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Zhuhr 12:05
‘Ashr 15:22
Maghrib 18:08
‘Isya’ 19:17
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved