Berita Internasional
Trump Kecewa Berat pada Putin: “Ribuan Orang Tewas, dan Dia Tahu Itu”
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku sangat kecewa terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin terkait serangan yang masih
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Asap-mengepul-di-atas-bangunan-yang-rusak-akibat.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku sangat kecewa terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin terkait serangan yang masih terus dilancarkan Moskow di Ukraina.
Trump menilai pertemuannya dengan Putin di Alaska bulan lalu seharusnya bisa membuka jalan menuju perundingan damai.
Namun hingga kini, tidak ada kesepakatan maupun pertemuan lanjutan yang tercapai.
“Saya sangat kecewa padanya, dan dia tahu itu. Kami punya hubungan yang baik,” ujar Trump dalam wawancara dengan Scott Jennings Radio Show.
“Sangat mengecewakan, ribuan orang tewas. Memang bukan orang Amerika yang mati, tapi mereka orang Rusia dan Ukraina, jumlahnya ribuan,” tambahnya.
Pernyataan itu muncul setelah tenggat 2 September yang ditetapkan Trump bagi Kremlin untuk mencapai kesepakatan damai berlalu tanpa hasil.
Alih-alih menurunkan eskalasi, Rusia justru meningkatkan serangan rudal dan drone ke kota-kota Ukraina.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahkan menyebut aksi tersebut sebagai tindakan “menjijikkan”.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melaporkan Rusia tengah melakukan pengerahan pasukan baru di beberapa sektor garis depan.
Ia juga menyebut Ukraina kembali dibombardir serangan drone dalam jumlah besar.
Catatannya, 150 unit pada malam hari, lebih dari 50 pada pagi hari, dan puluhan lainnya di malam berikutnya.
Situasi ini mempertegas kebuntuan diplomasi, di tengah meningkatnya korban jiwa dan kerusakan di Ukraina akibat gelombang serangan terbaru Rusia. (*)