Kasus Panah Wayer Gorontalo
Warga Dambalo Gorontalo Terkena Panah Wayer saat Berkendara di Malam Tahun Baru
Seorang warga Desa Dambalo, Tomilito, Gorontalo Utara, Gorontalo, terkena serangan panah wayer saat berkendara pada Kamis dini hari (1/1/2026).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Rinton-dan-panah-wayer.jpg)
Panah wayer tiba-tiba menancap di layar televisi berukuran 34 inci saat mereka bermain gim.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun, pemilik rental mengalami kerugian sekitar Rp4,5 juta akibat kerusakan monitor.
Kapolsek Kabila IPTU Verron Baiku kala itu membenarkan kejadian di rental PS.
Polisi melakukan olah TKP dan memburu pelaku berdasarkan petunjuk yang ditemukan.
Hingga kini, aparat masih intensif melakukan penyelidikan terhadap kasus panah wayer.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat beraktivitas di malam hari.
Panah wayer dikenal sebagai senjata rakitan berbahaya yang sering digunakan dalam aksi kriminal.
Senjata ini terbuat dari besi atau kawat yang dirakit menyerupai anak panah.
Dampaknya bisa fatal jika mengenai bagian vital tubuh manusia.
Kasus-kasus panah wayer di Gorontalo menunjukkan tren mengkhawatirkan.
Aparat menegaskan akan menindak tegas pelaku demi menjaga keamanan masyarakat.
Peristiwa yang menimpa warga Dambalo ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat Gorontalo.
Aksi panah wayer tidak hanya melukai korban, tetapi juga menimbulkan rasa takut di tengah warga.
Polisi diharapkan segera mengungkap pelaku dan memberikan efek jera.
Masyarakat pun diminta lebih berhati-hati saat berkendara, terutama pada dini hari.
Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan panah wayer yang meresahkan warga Gorontalo.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga/*)