Kasus Panah Wayer Gorontalo
Warga Dambalo Gorontalo Terkena Panah Wayer saat Berkendara di Malam Tahun Baru
Seorang warga Desa Dambalo, Tomilito, Gorontalo Utara, Gorontalo, terkena serangan panah wayer saat berkendara pada Kamis dini hari (1/1/2026).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Rinton-dan-panah-wayer.jpg)
Banyak masyarakat menilai aksi panah wayer sangat membahayakan. Terlebih, insiden terjadi di jalan umum yang ramai dilalui pengguna motor.
Warga khawatir kejadian serupa bisa menimpa orang lain yang melintas pada malam hari.
TribunGorontalo.com memperoleh informasi bahwa terdapat dua terduga pelaku dalam kasus ini.
Keduanya diketahui masih berusia di bawah umur.
Mereka berasal dari wilayah Kecamatan Tomilito.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.
Proses hukum terhadap pelaku masih terus berjalan.
Lokasi kejadian sempat menjadi pusat perhatian warga sekitar.
Banyak orang berdatangan untuk melihat kondisi korban dan motor yang terjatuh.
Polisi segera turun tangan untuk mengamankan situasi.
Aparat berusaha menenangkan warga agar tidak terjadi aksi balasan.
Baca juga: 2 Pria Ditangkap Polisi Gorontalo, Terduga Pelaku Penikaman di Desa Hulawa
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menghimpun keterangan saksi.
Insiden panah wayer bukan kali pertama terjadi di Gorontalo.
Pada 29 Mei 2025, peristiwa serupa menimpa sebuah rental PlayStation di Desa Talango, Kecamatan Kabila, Bone Bolango.
Kala itu, dua pemuda bernama Noval Azis (30) dan Rifal Sidiki (16) nyaris menjadi korban.