Kasus Panah Wayer Gorontalo
Warga Dambalo Gorontalo Terkena Panah Wayer saat Berkendara di Malam Tahun Baru
Seorang warga Desa Dambalo, Tomilito, Gorontalo Utara, Gorontalo, terkena serangan panah wayer saat berkendara pada Kamis dini hari (1/1/2026).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Rinton-dan-panah-wayer.jpg)
Ringkasan Berita:
- RP alias Rinton (40), warga Desa Dambalo, terkena serangan panah wayer sekitar pukul 03.00 Wita
- Korban berpapasan dengan pelaku yang juga naik motor
- Warga menolong dan membawa korban ke RS Zainal Umar Sidik
TRIBUNGORONTALO.COM – Seorang warga Desa Dambalo, Tomilito, Gorontalo Utara, Gorontalo, terkena serangan panah wayer saat berkendara pada Kamis dini hari (1/1/2026).
Korban diketahui berinisial RP alias Rinton (40), warga Desa Dambalo.
Insiden terjadi sekitar pukul 03.00 Wita di wilayah Desa Molantadu, Kecamatan Tomilito. Saat itu, korban sedang melintas seorang diri menggunakan sepeda motor di jalan desa.
Di lokasi kejadian, korban berpapasan dengan pelaku yang juga mengendarai sepeda motor.
Tidak ada tanda-tanda perselisihan atau cekcok sebelum peristiwa berlangsung.
Namun, sesaat setelah berpapasan, korban tiba-tiba terkena panah wayer. Akibatnya, korban langsung terjatuh dari motor dan sempat tidak sadarkan diri.
Warga sekitar yang mendengar suara jatuh segera datang memberikan pertolongan.
Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Zainal Umar Sidik (ZUS) untuk mendapatkan perawatan medis.
Pria itu mengalami luka serius di bagian dada akibat panah wayer yang menancap.
Saat menjalani perawatan, korban terlihat kesakitan dengan infus terpasang di tangan kirinya. Anak panah belum berhasil dilepaskan dari tubuh korban ketika video rekaman kondisi korban beredar.
Dalam video berdurasi 49 detik itu, korban sempat menjelaskan kondisinya.
“Saya berusaha cabut, tapi tidak bisa karena kawatnya besar,” ujar korban dalam rekaman video yang diterima TribunGorontalo.com, Jumat (2/1/2025).
Video tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat. Warga Kecamatan Tomilito digegerkan oleh peristiwa ini.
Informasi cepat menyebar dari mulut ke mulut hingga ke media sosial.
Banyak masyarakat menilai aksi panah wayer sangat membahayakan. Terlebih, insiden terjadi di jalan umum yang ramai dilalui pengguna motor.
Warga khawatir kejadian serupa bisa menimpa orang lain yang melintas pada malam hari.
TribunGorontalo.com memperoleh informasi bahwa terdapat dua terduga pelaku dalam kasus ini.
Keduanya diketahui masih berusia di bawah umur.
Mereka berasal dari wilayah Kecamatan Tomilito.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.
Proses hukum terhadap pelaku masih terus berjalan.
Lokasi kejadian sempat menjadi pusat perhatian warga sekitar.
Banyak orang berdatangan untuk melihat kondisi korban dan motor yang terjatuh.
Polisi segera turun tangan untuk mengamankan situasi.
Aparat berusaha menenangkan warga agar tidak terjadi aksi balasan.
Baca juga: 2 Pria Ditangkap Polisi Gorontalo, Terduga Pelaku Penikaman di Desa Hulawa
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menghimpun keterangan saksi.
Insiden panah wayer bukan kali pertama terjadi di Gorontalo.
Pada 29 Mei 2025, peristiwa serupa menimpa sebuah rental PlayStation di Desa Talango, Kecamatan Kabila, Bone Bolango.
Kala itu, dua pemuda bernama Noval Azis (30) dan Rifal Sidiki (16) nyaris menjadi korban.
Panah wayer tiba-tiba menancap di layar televisi berukuran 34 inci saat mereka bermain gim.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun, pemilik rental mengalami kerugian sekitar Rp4,5 juta akibat kerusakan monitor.
Kapolsek Kabila IPTU Verron Baiku kala itu membenarkan kejadian di rental PS.
Polisi melakukan olah TKP dan memburu pelaku berdasarkan petunjuk yang ditemukan.
Hingga kini, aparat masih intensif melakukan penyelidikan terhadap kasus panah wayer.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat beraktivitas di malam hari.
Panah wayer dikenal sebagai senjata rakitan berbahaya yang sering digunakan dalam aksi kriminal.
Senjata ini terbuat dari besi atau kawat yang dirakit menyerupai anak panah.
Dampaknya bisa fatal jika mengenai bagian vital tubuh manusia.
Kasus-kasus panah wayer di Gorontalo menunjukkan tren mengkhawatirkan.
Aparat menegaskan akan menindak tegas pelaku demi menjaga keamanan masyarakat.
Peristiwa yang menimpa warga Dambalo ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat Gorontalo.
Aksi panah wayer tidak hanya melukai korban, tetapi juga menimbulkan rasa takut di tengah warga.
Polisi diharapkan segera mengungkap pelaku dan memberikan efek jera.
Masyarakat pun diminta lebih berhati-hati saat berkendara, terutama pada dini hari.
Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan panah wayer yang meresahkan warga Gorontalo.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga/*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.