Pemkab Bone Bolango
Sekda Iwan Mustapa: Data Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Pembangunan Bone Bolango Gorontalo
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango Gorontalo menyambut pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai momentum penting.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sekda-Bone-Bolango-Gorontalo-Iwan-Mustapa-hadiri-Apel-Siaga.jpg)
Ia menyebut sebagian besar warga Bone Bolango menggantungkan mata pencaharian pada sektor tersebut.
Karena itu, pendataan yang lebih rinci terhadap sektor pertanian dinilai akan memberikan manfaat besar bagi pemerintah daerah.
"Tentu ini karena sektor pertanian adalah sektor unggulan dan masyarakat Bone Bolango sebagian besar bekerja pada sektor pertanian. Kontribusi sektor pertanian juga cukup besar," katanya.
Dengan masuknya sektor pertanian dalam sensus kali ini, pemerintah berharap dapat mengetahui kondisi sebenarnya para petani dan usaha pertanian yang berkembang di daerah.
Data tersebut nantinya dapat digunakan untuk menyusun berbagai program penguatan sektor pertanian.
"Nah tentu ini adalah satu harapan baru kita sehingga paling tidak kita juga tahu persis bagaimana kondisi karakteristik pertanian di Kabupaten Bone Bolango," bebernya.
Iwan menegaskan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan sensus ekonomi hingga selesai.
Berbagai upaya sosialisasi kepada masyarakat telah dilakukan bersama BPS agar warga memahami pentingnya sensus ekonomi.
Ia mengaku pemerintah daerah juga akan terus melibatkan camat hingga kepala desa untuk membantu menyukseskan pelaksanaan pendataan di lapangan.
"Kami atas nama pemerintah daerah akan terus berkomitmen mendukung pelaksanaan sensus ekonomi di wilayah Bone Bolango," katanya.
Dirinya menambahkan keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada petugas lapangan, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Maka tentu pemerintah daerah akan terus mendorong partisipasi aktif warga dalam memberikan informasi yang dibutuhkan petugas.
"Kami akan terus sosialisasikan kepada seluruh camat dan kepala desa terkait pelaksanaan sensus ini. Tentu ini adalah kerja bersama kita semua," ungkapnya.
Lebih lanjut, Iwan mengingatkan masyarakat agar memberikan jawaban yang jujur dan sesuai kondisi sebenarnya saat didata petugas.
Ia menilai kejujuran responden menjadi kunci utama untuk menghasilkan data yang berkualitas.