Senin, 30 Maret 2026

Wisata Gorontalo

900 Wisatawan Kunjungi Destinasi Hiu Paus Gorontalo saat Libur Lebaran 2026, Ada Turis Mancanegara

Kawasan wisata Hiu Paus Botubarani kembali menjadi primadona utama selama masa libur panjang Lebaran 2026

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto 900 Wisatawan Kunjungi Destinasi Hiu Paus Gorontalo saat Libur Lebaran 2026, Ada Turis Mancanegara
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
WISATA GORONTALO -- Suasana wisata Hiu Paus Botubarani di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo ramai dikunjungi wisatawan selama libur Lebaran 2026, Minggu (29/3/2026). Dalam periode 18–29 Maret, kunjungan di salah satu pangkalan tercatat sekitar 900 orang, didominasi wisatawan lokal hingga mancanegara. 
Ringkasan Berita:
  • Destinasi Hiu Paus Botubarani mencatat sekitar 900 kunjungan wisatawan dalam satu pangkalan selama periode libur Lebaran (18–29 Maret 2026)
  • Meski terjadi kenaikan volume pengunjung, pihak pengelola tetap mempertahankan tarif sewa normal (tidak ada kenaikan harga) dan berencana menambah fasilitas kanopi
  • Pengunjung mengapresiasi kebersihan lokasi dan konsistensi kemunculan hiu paus (4–6 ekor per hari)

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kawasan wisata Hiu Paus Botubarani kembali menjadi primadona utama selama masa libur panjang Lebaran 2026. Destinasi yang terletak di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango ini mencatatkan angka kunjungan yang luar biasa.

Fenomena ini membuktikan bahwa pesona raksasa laut Gorontalo masih menjadi magnet utama bagi para pelancong dari berbagai daerah. Lonjakan pengunjung mulai terlihat signifikan seiring dengan masuknya masa cuti bersama Idulfitri tahun ini.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, ratusan orang memadati area pesisir sejak pagi hari. Mereka datang berkelompok, baik bersama keluarga maupun kerabat, demi melihat langsung interaksi hiu paus dari dekat.

Ketua Pangkalan Hiu Paus Botubarani, Ismon Harun, memberikan keterangan resmi terkait statistik kunjungan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa penghitungan dilakukan secara berkala untuk memantau arus wisatawan yang masuk melalui pintu pangkalan.

Angka kunjungan yang cukup fantastis ini tercatat dalam rentang waktu yang cukup panjang. Ismon menjelaskan bahwa data tersebut dihimpun sejak tanggal 18 Maret hingga 29 Maret 2026.

"Selama periode libur tersebut, arus kedatangan wisatawan tidak pernah putus setiap harinya," ujar Ismon saat ditemui di lokasi, Minggu (29/3/2026).

Secara spesifik, Ismon menyebutkan bahwa angka kunjungan yang tercatat berasal dari satu pangkalan yang dikelolanya sendiri. Hal ini menunjukkan potensi ekonomi yang besar dari sektor pariwisata bahari di wilayah Bone Bolango.

Meskipun terlihat sangat ramai oleh aktivitas manusia, Ismon mengklarifikasi jumlah total yang masuk dalam catatannya. Ia menyebutkan angka tersebut masih berada di bawah angka seribu orang selama periode tersebut.

“Jumlah kunjungan tidak lebih dari 1.000, angkanya berada di sekitar 900-an,” ungkap Ismon dengan nada optimis melihat antusiasme masyarakat.

Namun, Ismon memberikan catatan penting bahwa data 900-an wisatawan tersebut barulah data parsial. Angka itu belum mencakup keseluruhan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Botubarani secara umum.

Ia menambahkan, jumlah tersebut belum termasuk data dari pangkalan lainnya yang juga beroperasi secara aktif di kawasan wisata tersebut. Hal ini menandakan jumlah total sebenarnya bisa jauh lebih tinggi dari angka yang dilaporkan.

Sebagaimana diketahui, terdapat dua pangkalan wisata utama di Botubarani yang melayani para pengunjung. Kedua pangkalan ini berbagi peran dalam mengelola arus wisatawan yang datang silih berganti setiap jamnya.

Mengenai profil pengunjung, Ismon menjelaskan bahwa komposisi wisatawan cukup beragam. Mayoritas pengunjung memang berasal dari masyarakat lokal Gorontalo yang mengisi waktu libur lebaran dengan berwisata.

Meski didominasi warga lokal, daya tarik Hiu Paus Botubarani nyatanya telah mendunia. Wisatawan dari luar daerah hingga mancanegara turut meramaikan suasana di pesisir Bone Bolango tersebut selama sepekan terakhir.

Baca juga: Semarak Tradisi Ketupat Gorontalo, Intip Persiapan Balap Perahu Ketinting di Leato Selatan

Jejak Wisatawan Mancanegara

Beberapa negara Eropa tercatat sering mengirimkan perwakilannya ke destinasi unik ini. Ismon menyebutkan beberapa negara yang warganya paling sering terlihat mengantre di pangkalan untuk naik ke perahu kayu.

“Ada wisatawan dari Belanda, Jerman, dan Perancis. Tiga negara itu yang paling sering datang berkunjung ke sini belakangan ini,” jelas Ismon merinci asal negara para turis asing tersebut.

Meskipun terjadi lonjakan kunjungan yang cukup tajam saat libur Lebaran, pihak pengelola tetap menjaga integritas layanan. Salah satu kebijakan yang sangat diapresiasi oleh pengunjung adalah stabilitas harga sewa.

Ismon menegaskan bahwa pihak pengelola sama sekali tidak menaikkan tarif sewa fasilitas meskipun permintaan sedang tinggi-tingginya. Kebijakan ini diambil demi menjaga kepercayaan wisatawan dalam jangka panjang.

Harga yang diberlakukan saat ini masih sama dengan tarif pada tahun-tahun sebelumnya. Pengelola ingin memastikan bahwa wisata hiu paus tetap dapat dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat tanpa beban biaya tambahan.

Selain masalah tarif, aspek kualitas pelayanan juga menjadi fokus utama pengelola selama masa libur panjang. Ismon mengaku terus memantau masukan dari para pengunjung yang datang dari berbagai pangkalan.

Hingga hari terakhir pemantauan di bulan Maret tersebut, ia mengaku belum menerima keluhan yang berarti. Para pengunjung tampak puas dengan sistem antrean dan pelayanan pemandu yang telah dijalankan di pangkalan.

"Sejauh ini kami belum menerima komplain terkait pelayanan maupun fasilitas yang tersedia bagi wisatawan di sini," tuturnya dengan penuh rasa syukur.

Melihat antusiasme yang tinggi, pihak pengelola tidak lantas berpuas diri dengan kondisi yang ada. Ismon mengungkapkan adanya rencana pengembangan fasilitas di masa depan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Salah satu rencana yang dianggap cukup mendesak adalah perbaikan sarana akses masuk bagi para tamu. Hal ini dilakukan agar wisatawan merasa lebih terlindungi dari faktor cuaca ekstrem saat menuju dermaga.

“Ada rencana penambahan fasilitas, salah satunya pemasangan atap atau kanopi di lorong masuk pangkalan kami,” ujar Ismon memaparkan rencana kerjanya ke depan.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi cuaca yang terkadang tidak menentu di pesisir pantai. “Tujuannya supaya kalau hujan, para pengunjung tidak kebasahan saat mengantre atau berjalan masuk,” tambahnya lagi.

Keberuntungan wisatawan tahun ini juga didukung oleh kondisi alam yang sangat bersahabat. Kemunculan hiu paus di perairan Botubarani terbilang sangat konsisten setiap harinya selama momen libur Lebaran.

Hal ini menjadi berkah tersendiri karena wisatawan tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk bisa bertemu dengan mamalia laut tersebut. Frekuensi kemunculannya pun tergolong tinggi dibanding hari-hari biasanya.

“Tiap hari jumlah yang muncul tidak menentu, namun selalu ada. Paling sedikit empat ekor dan paling banyak bisa mencapai enam ekor sekaligus,” pungkas Ismon menutup penjelasannya.

Baca juga: Semarak Tradisi Ketupat Gorontalo, Intip Persiapan Balap Perahu Ketinting di Leato Selatan

Kesan Wisatawan

Wisatawan asal Manado, Senny, saat berkunjung ke Hiu Paus
KESAN WISATAWAN -- Wisatawan asal Manado, Senny, saat berkunjung ke Hiu Paus Botubarani, Minggu (29/3/2025). Ia mengaku terkesan dengan pengalaman pertamanya melihat langsung hiu paus. (Sumber: TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Kepuasan wisatawan pun tercermin jelas dari testimoni para pengunjung yang sengaja datang dari jauh. Salah satunya adalah Wulan Tuwera, seorang wisatawan asal Manado, Sulawesi Utara.

Wulan datang bersama teman-temannya khusus untuk menikmati pengalaman melihat hiu paus dari dekat. Kunjungan ini merupakan pengalaman pertama baginya yang dianggap sangat berkesan dan luar biasa.

“Wisatanya benar-benar mantap, apalagi karena ini pengalaman pertama saya ke sini bersama kawan-kawan,” ujar Wulan kepada media dengan nada antusias.

Ia memberikan pujian khusus terhadap kebersihan kawasan wisata yang tetap terjaga meskipun dipadati orang. Baginya, kenyamanan lingkungan menjadi poin penting selain keberadaan hiu paus itu sendiri di laut.

Wulan bahkan mengaku sangat takjub saat melihat hiu paus yang akrab disapa dengan nama “Sherly”. Keramahan hewan tersebut membuat interaksi di atas perahu kecil menjadi momen yang tidak akan terlupakan.

Senny, wisatawan lain yang juga berasal dari Manado, turut memberikan apresiasi serupa. Meski sudah berada di Gorontalo sejak bulan Januari, ia baru sempat berkunjung ke Botubarani saat libur Lebaran ini.

“Kesan pertama saya sangat bagus sekali. Hiu-hiu yang ada di pantai Botubarani ini sungguh mengagumkan ukurannya,” ungkap Senny menceritakan pengalamannya.

Sebelumnya, Senny hanya mengetahui pesona Botubarani melalui unggahan foto di media sosial dan cerita teman. Melihatnya secara langsung memberikan sensasi yang jauh berbeda dan jauh lebih memuaskan secara visual.

Meski merasa puas, Senny tetap memberikan masukan yang konstruktif untuk pihak pengelola pangkalan. Ia menyarankan agar jumlah tempat duduk di sekitar pangkalan ditambah untuk memfasilitasi wisatawan yang menunggu giliran naik perahu.

Ia juga menilai kondisi lingkungan secara umum sudah cukup bersih dan fasilitas toilet sudah memadai bagi publik. Masukan-masukan kecil tersebut diharapkan bisa membuat destinasi ini semakin mendunia di masa depan.

Secara keseluruhan, koordinasi antara pengelola pangkalan dan kesadaran wisatawan dalam menjaga kebersihan telah sukses. Libur Lebaran 2026 di Botubarani berjalan lancar dengan membawa pulang ribuan kenangan bagi para pelancong.

Angka 900 kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa pariwisata Gorontalo tetap berjaya. Ke depannya, diharapkan sinergi antara kenyamanan fasilitas dan kelestarian hiu paus tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh elemen terkait. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved