Pemkab Bone Bolango
Pasar Murah di Halaman Kantor Bupati Bone Bolango Gorontalo, Warga Tebus Sembako Harga Subsidi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango menggelar pasar murah di halaman Kantor Bupati Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Selasa (10/3/2026).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PASAR-MURAH-Momen-Bupati-Bone-Bolango-Isemt-Mile-menyaksikan.jpg)
Beberapa di antaranya yakni beras, gula pasir, minyak goreng, serta telur ayam.
Menariknya, masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok tersebut dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.
Kristianto menjelaskan, pemerintah memberikan subsidi besar agar masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang sangat terjangkau.
“Kalau dihitung harga normalnya sekitar Rp143 ribu untuk empat produk. Di pasar murah ini masyarakat cukup membayar sekitar Rp40 ribu saja,” jelasnya.
Rinciannya, beras ditebus dengan harga Rp25 ribu per paket. Sementara gula pasir, minyak goreng, dan telur masing-masing dijual dengan harga Rp5 ribu.
Untuk telur, masyarakat mendapatkan enam butir dalam satu paket pembelian.
“Jadi semuanya kita subsidi. Beras Rp25 ribu, gula pasir Rp5 ribu, minyak goreng Rp5 ribu, dan telur enam butir juga Rp5 ribu,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan pasar murah kali ini, pemerintah daerah menyiapkan sebanyak seribu paket untuk masing-masing jenis barang.
Artinya, terdapat seribu paket beras, seribu paket gula pasir, seribu paket minyak goreng, dan seribu paket telur yang dapat dibeli oleh masyarakat.
Agar pembelian berjalan tertib, panitia menerapkan sistem kupon bagi masyarakat yang ingin membeli bahan pokok tersebut.
Warga yang datang terlebih dahulu melakukan pendaftaran di meja panitia untuk mendapatkan kupon pembelian.
Setiap kupon memiliki nominal harga sesuai dengan barang yang ingin dibeli masyarakat.
“Setelah mendaftar masyarakat akan mendapatkan kupon. Kupon itu nantinya digunakan saat membeli barang. Ada kupon Rp5 ribu dan Rp25 ribu sesuai dengan harga barangnya,” jelas Kristianto.
Ia menambahkan, masyarakat yang datang sebagian besar berasal dari wilayah terdekat dengan pusat pemerintahan, seperti Kecamatan Suwawa.
Namun tidak menutup kemungkinan warga dari kecamatan lain juga ikut datang untuk memanfaatkan pasar murah tersebut.