Libur Sekolah
Dinas Dikbud Bone Bolango Ungkap Jadwal Libur Siswa dan Pembelajaran Selama Ramadan
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo mulai menyiapkan skema libur sekolah dan pola pembelajaran
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-pembelajaran-di-SD.jpg)
Selain itu, sekolah juga diarahkan menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (K-I-H), yang menekankan pembentukan pola hidup sehat dan berkarakter.
“Kebiasaan seperti tidur lebih cepat, beribadah, berolahraga, makan bergizi, dan bermasyarakat, itu juga menjadi bagian dari skema pembelajaran selama Ramadan,” ujarnya.
Meski jam belajar dikurangi, Basir menegaskan peserta didik tetap diarahkan melakukan pengkayaan materi dan persiapan menghadapi TKA, mulai dari simulasi hingga geladi bersih.
Pola Pulang Sekolah dan Materi Pembelajaran
Dikbud Bone Bolango juga mengatur waktu pulang sekolah selama Ramadan, khususnya di jenjang sekolah dasar.
Untuk siswa kelas atas, pembelajaran direncanakan berlangsung hingga setelah salat Zuhur.
“Hampir semua satuan pendidikan, untuk SD kelas 4, 5, dan 6 pulang setelah salat Zuhur. Sementara kelas 1 sampai 3 kemungkinan tidak sampai Zuhur,” kata Basir.
Terkait materi pembelajaran, Basir menyebut kegiatan belajar tetap berjalan secara reguler, dengan penambahan penguatan keagamaan.
Namun, bentuk kegiatan seperti pesantren kilat masih menunggu arahan lebih lanjut.
“Apakah pesantren kilat dimasukkan dalam pembelajaran Ramadan atau menggunakan skema lain, itu masih kami tunggu arahannya,” jelasnya.
Hal ini karena pada Februari hingga Maret, Dinas Pendidikan tengah fokus pada persiapan pelaksanaan TKA yang puncaknya dijadwalkan berlangsung pada April 2026.
Baca juga: Libur Sekolah Belum Pasti, Ortu Siswa Gorontalo Keluhkan Jadwal Pulkam Terganggu
TKA Jadi Jalur Prestasi
Lebih lanjut Basir menambahkan, TKA tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi akademik, tetapi juga membuka peluang jalur prestasi bagi siswa berprestasi.
“Nilai TKA yang tinggi bisa menjadi jalur prestasi. Untuk SMP bisa masuk SMA Garuda, sementara di jenjang SMA bisa menjadi jalur masuk perguruan tinggi,” ungkapnya.
Untuk materi TKA, jenjang SD meliputi Bahasa Indonesia dan Matematika, sedangkan SMP ditambah Bahasa Inggris.
Program MBG Selama Ramadan
Menjawab pertanyaan terkait keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan, Basir menegaskan kebijakan sepenuhnya berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami menyesuaikan kebijakan BGN. Kalau tetap dilaksanakan, teknisnya bisa diantar atau dijemput di sekolah, atau guru yang mengantarkan. Itu sifatnya menyesuaikan,” katanya.