Lakalantas Gorontalo
Nyawa Seorang Remaja Melayang Akibat Lakalantas di Bone Bolango Gorontalo, Kepatuhan Disorot Polisi
Seorang remaja harus kehilangan nyawa akibat kecelakaan maut di wilayah Kabupaten Bone Bolango.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Seorang-remaja-tewas-akibat-kecelakaan-di-Kabila-Bone.jpg)
Di ruas jalan setelah kawasan wisata Kurenai, kedua kendaraan ini akhirnya bertemu dalam sebuah insiden tabrakan yang fatal.
Jalan Trans Sulawesi di kawasan ini dikenal memiliki karakter yang menantang bagi para pengendara. Meskipun kondisi jalannya tergolong mulus, namun medannya yang berliku-liku menuntut konsentrasi penuh dari setiap pengemudi.
Jalur ini juga merupakan akses utama bagi warga yang hendak menuju Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) maupun Kota Manado. Tak heran, pada waktu libur atau sore hari, arus kendaraan di titik ini seringkali sangat padat.
Pasca kejadian, pihak kepolisian segera bergerak cepat dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Petugas mengumpulkan sisa-sisa material kendaraan yang berserakan serta meminta keterangan dari sejumlah saksi mata yang berada di lokasi.
Sorotan utama kepolisian pasca insiden ini adalah mengenai tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas. Mirisnya, kecelakaan ini terjadi di saat pihak kepolisian tengah gencar melaksanakan Operasi Keselamatan.
Operasi Keselamatan seharusnya menjadi pengingat bagi warga untuk lebih mawas diri dan disiplin di jalan raya. Namun, tewasnya remaja di Kabila Bone menjadi bukti bahwa tingkat kesadaran keselamatan masih perlu ditingkatkan secara drastis.
Iptu Reza mengingatkan bahwa kepatuhan terhadap rambu-rambu dan aturan berkendara adalah kunci utama pencegahan kecelakaan.
Baginya, aturan jalan raya diciptakan bukan untuk membatasi, melainkan untuk melindungi nyawa manusia.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan,” ucapnya.
Polisi juga menekankan bahwa setiap pengendara memiliki tanggung jawab moral di pundaknya.
Keselamatan di jalan bukan hanya milik pribadi, melainkan hak bagi setiap pengguna jalan lainnya yang ingin pulang ke rumah dengan selamat.
“Keselamatan berlalu lintas itu bukan hanya untuk menyelamatkan diri kita sendiri, tapi juga untuk menyelamatkan orang lain,” tambah Iptu Reza menutup keterangannya.
Baca juga: Breaking News: Seorang Petani di Bulotalangi Timur Gorontalo Ditemukan Meninggal
Kasus Serupa
Fenomena kecelakaan maut di Gorontalo juga pernah terjadi di Kabupaten Gorontalo, Jumat (6/2/2026). Dalam rentang waktu kurang dari 24 jam, dua insiden kecelakaan dilaporkan terjadi.
Kedua insiden di Kabupaten Gorontalo tersebut berlangsung di sepanjang Jalan Ahmad A Wahab. Jarak antara lokasi kejadian pertama dan kedua hanya berkisar 1,5 kilometer saja.