Sampah di Bone Bolango
Warga Keluhkan Sampah di Saluran Air Tilongkabila Gorontalo, Bau Busuk Menyengat
Warga mengeluhkan tumpukan sampah di pinggir jalan dan saluran air di Desa Tambo'o Kecamatan Tilongkabila
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tumpukan-sampah-di-Tilongkabila.jpg)
Jalur ini kerap digunakan masyarakat menuju kawasan permukiman, perkantoran, hingga pusat aktivitas ekonomi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Bone Bolango, Lukman Daud, mengakui penanganan sampah masih menghadapi sejumlah keterbatasan.
“Penanganan sampah ini memang harus diselesaikan secara arif dan bijaksana, karena kami menghadapi keterbatasan armada, tenaga kerja, dan pendukung lainnya,” ujar Lukman saat ditemui di ruangnya.
Ia menjelaskan, saat ini DLHPP Bone Bolango hanya memiliki sekitar empat armada aktif, sementara beberapa unit lainnya masih dalam kondisi rusak dan menjalani perbaikan.
Bahkan, pada waktu tertentu hanya tiga armada yang beroperasi.
Lukman menyebut, penanganan sampah di beberapa titik, termasuk Tilongkabila, dilakukan secara bertahap.
Untuk sampah yang telah dikumpulkan dan dikarung, pihaknya siap mengangkut.
“Kalau sampahnya sudah dikumpulkan seperti di sekitar SMP di Tilongkabila, tentu kami angkut. Tapi yang masih berserakan, itu perlu kerja sama masyarakat dan pemerintah desa setempat,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa Tilongkabila masuk dalam wilayah prioritas penanganan sampah bersama wilayah ibu kota kabupaten dan jalur lintasan utama lainnya.
“Penanganan sampah ini tidak bisa hanya dibebankan ke dinas. Kesadaran masyarakat sangat menentukan. Jangan membuang sampah sembarangan,” tegasnya.
DLHPP Bone Bolango, lanjut Lukman, menargetkan setiap armada pengangkut sampah dapat beroperasi minimal dua kali dalam sehari.
Selain itu, pemerintah daerah juga berencana mengaktifkan patroli sampah untuk menjangkau titik-titik layanan publik.
“Penanganan sampah tidak boleh diefisiensi karena menyangkut kesehatan lingkungan,” katanya.
Ia berharap masyarakat dapat mengelola sampah sejak dari sumbernya, seperti mengemas sampah dengan baik dan menempatkannya di lokasi yang telah ditentukan.
“Setiap orang bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkannya,” ujarnya.
Selain di Desa Tambo'o Kecamatan Tilongkabil terdapat juga sampah di SMP 1 Tilongkabila dan juga di kawasan lapak-lapak di Center Point yang harus diangkut. (*/Jefry)