Senin, 15 Juni 2026

Tribun HIS

Cerita Idrus Siong Nelayan Bajo Boalemo, Belajar Bikin Suku Cadang Mesin Katinting dari Youtube

Cerita Idrus Siong (41) Nelayan Desa Bajo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rahmat Hambali | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Cerita Idrus Siong Nelayan Bajo Boalemo, Belajar Bikin Suku Cadang Mesin Katinting dari Youtube
TribunGorontalo.com/Fadri Kidjab
NELAYAN - - Idrus Siong (41) seorang nelayan sekaligus pembuat sparepart mesin katinting, membuat sparepart sudah hampir 2 tahun ia tekuni di Desa Bajo, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo 
Ringkasan Berita:
  • Cerita Idrus Siong (41) Nelayan Desa Bajo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. 
  • Idrus adalah seorang nelayan sekaligus pembuat sparepart mesin katinting. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Cerita Idrus Siong (41) Nelayan Desa Bajo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. 

Idrus adalah seorang nelayan sekaligus pembuat sparepart atau suku cadang mesin katinting. Dia mengaku bisa membuat sparepart mesin katinting hampir 2 tahun terakhir ini.

Semua ini dia bisa lakukan hanya belajar bermodalkan Youtube. Dia tidak menyangka spearepat yang dibuat olehnya bisa digunakan. 

"Sparepart yang saya buat sudah 2 tahun lalu, sampai dengan sekarang masih awet digunakan," ungkap Idrus saat ditemui wartawan TribunGorontalo.com, Sabtu (13/6/2026).

Katanya, membuat 1 sparepart memakan waktu sekitar 2 hingga 3 hari, ketersediaan stok saat ini baru 3 sparepart yang berjenis 6,5 pk. Dia berenana akan membuat sparepart mesin katinting berjenis 9pk.

Bukit Bajo, Timaluta, Boalemo Gorontalo
Bukit Bajo, Timaluta, Boalemo Gorontalo (TRIBUNGORONTALO)

Menurutnya, para nelayan sebagian besar menggunakan yang berukuran 9pk untuk mesin katinting, sehingga ia sudah membeli cetakan untuk mesin 9pk tersebut. 

"Baru-baru ini banyak nelayan yang memesan sparepart mesin katinting yang berukuran 9pk," ujarnya. 

Pembelian spepart untuk 6,5 pk dan 9 pk bisa melakukan permintaan pesanan berbagai varian warna di tempat ini. 

Harga 1 sparepart tersebut yang berjenis 6,5 pk dapat dibandrol Rp400.000, sedangkan untuk harga sparepart 9pk Rp500.000.

Menurutnya harga tersebut masih terjangkau, jika dibandingkan dengan modal yang diperlukan untuk membuat tersebut. 

"Untuk modal juga lumayan mahal, lem Rp 200ribu per jeriken kecil, lem  50 ribu, sedangkan kain fiber Rp 100 ribu per kilo, dan Cat Rp 80rb," Jelasnya kepada TribunGorontalo.com.

Menurutnya, bahan dan alat yang digunakan seperti ini tidak akan mudah berkarat, karena pada umumnya yang dimiliki nelayan biasanya bisa berkarat hanya 1 hingga 2 bulan saja. 

Amatan Wartawan TribunGorontalo.com, Idrus Siong sedang melakukan pengamplasan terhadap spepart berjenis 6,5pk yang sedang dibuatnya. 

Ia hanya hidup seorang diri di tempat tinggalnya, menjadi seorang nelayan sekaligus pembuat spepart merupakan pekerjaan utama untuk membiayai kehidupannya. (*/Rahmat) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
Live
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
VS
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Berita Populer

Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved