Pemkab Boalemo
Bupati Boalemo Dorong Desa Mandiri lewat Penguatan BUMDes dan Tata Kelola Keuangan
Bupati Boalemo, Provinsi Gorontalo, Rum Pagau menekankan pentingnya pertanggungjawaban serta kemampuan inovasi pemerintah
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BOALEMO-Bupati-Boalemo-Gorontalo-Rum-Pagau-buka-dengan-resmi-kegiatan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Bupati Boalemo Rum Pagau mendorong pemerintah desa untuk mengelola keuangan secara akuntabel dan inovatif guna mewujudkan desa mandiri.
- Ia menekankan pentingnya penguatan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa dengan memanfaatkan potensi lahan yang luas di Boalemo.
- Upaya tersebut diperkuat melalui kegiatan peningkatan kapasitas aparatur desa berbasis aplikasi SISBDES yang digelar selama lima hari.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Bupati Boalemo, Provinsi Gorontalo, Rum Pagau menekankan pentingnya pertanggungjawaban serta kemampuan inovasi pemerintah desa dalam mengelola keuangan dan menggali potensi desa secara mandiri.
Penegasan itu disampaikannya saat membuka secara resmi kegiatan peningkatan kapasitas pemerintah desa se-Kabupaten Boalemo yang berlangsung di Hotel Yulia, Kota Gorontalo, Senin (22/12/2025).
Dalam sambutannya, Rum Pagau menegaskan bahwa pengelolaan keuangan desa tidak dapat dilakukan secara serampangan karena menyangkut akuntabilitas, transparansi, serta kepercayaan publik terhadap pemerintah desa.
Menurutnya, seluruh tahapan pengelolaan keuangan desa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban, harus dilaksanakan secara tertib dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Pertanggungjawaban itu sangat menentukan. Karena itu, pemerintah desa harus betul-betul memahami bagaimana mengelola keuangan desa,” ujar Rum Pagau.
Baca juga: Universitas Negeri Gorontalo Terima 5 Penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025
Ia mengingatkan bahwa desa saat ini telah diberikan otonomi yang luas oleh pemerintah, termasuk kewenangan untuk mengelola dana desa dan mengembangkan sumber pendapatan asli desa.
Kondisi tersebut, kata dia, menuntut aparatur desa untuk lebih mandiri dan kreatif.
“Desa sekarang sudah bisa mengelola sendiri keuangannya, bahkan mencari pendapatan sendiri. Tidak lagi hanya bergantung pada dana desa atau Alokasi Dana Desa,” katanya.
Bupati Rum Pagau juga mendorong pemerintah desa agar serius mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi desa.
Menurutnya, BUMDes harus dikelola secara profesional, kreatif, dan inovatif agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“BUMDes itu harus hidup. Kepala desa dituntut punya inovasi bagaimana meningkatkan BUMDes di wilayahnya masing-masing,” tegas Rum Pagau.
Untuk memperluas wawasan dan referensi, ia menyarankan para kepala desa melakukan studi tiru ke desa-desa yang telah maju, khususnya di Pulau Jawa, yang dinilai berhasil mengelola BUMDes secara mandiri dan berkelanjutan.
“Lihat dulu, pelajari, lalu sesuaikan dengan kondisi desa kita. Kalau bisa diterapkan, itu paling bagus,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rum Pagau juga menyoroti besarnya potensi wilayah Boalemo yang menurutnya jauh lebih unggul dibandingkan sejumlah desa di Pulau Jawa, terutama dari sisi ketersediaan lahan.