Berita Listikal

Daftar 20 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Apakah Indonesia Termasuk?

Jam kerja di dunia bervariasi, ada negara hanya 25 jam per minggu. Ini 20 negara yang memiliki jam kerja terpendek di dunia

Editor: Prailla Libriana Karauwan
kompas.com
ILUSTRASI BEKERJA - Jam kerja di dunia bervariasi, ada negara hanya 25 jam per minggu. Ini 20 negara yang memiliki jam kerja terpendek di dunia 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Jam kerja kerap menjadi sorotan di berbagai negara karena berhubungan langsung dengan produktivitas, kesehatan hingga kualitas hidup pekerja.

Seiring berkembangnya zaman, banyak negara mulai menyesuaikan aturan agar warganya tidak hanya fokus pada pekerjaan, tetapi juga memiliki keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi.

Tren global menunjukkan, negara-negara maju kini semakin mendorong kebijakan jam kerja lebih singkat. 

Tujuannya jelas, memberi ruang bagi masyarakat untuk menikmati waktu bersama keluarga, mengembangkan diri, atau sekadar beristirahat tanpa harus kehilangan produktivitas.

Di sisi lain, beberapa negara berkembang masih menetapkan durasi kerja lebih panjang karena faktor ekonomi, kebutuhan industri, hingga minimnya regulasi perlindungan pekerja. 

Kondisi ini menimbulkan perbandingan menarik antara negara dengan jam kerja terpendek dan terpanjang di dunia.

Dilansir dari Kompas.com, Setiap negara di dunia mempunyai budaya dan aturan jam kerja yang berbeda-beda. 

World Population Review mengungkapkan daftar peringkat negara dengan durasi kerja mingguan terpendek. 

Di seluruh dunia, rata-rata durasi kerja yang diterapkan dapat berkisar dari 40 jam hingga mendekati 50 jam per minggu. 

Meski demikian, ada beberapa negara yang menerapkan durasi kerja mulai dari 25 jam hingga 31 jam kerja dalam seminggu. 

Lantas, negara mana saja yang memiliki durasi jam kerja terpendek? 

Sumber data 

Peringkat tersebut bersumber dari data Organisasi Ketenagakerjaan Internasional (ILO) berdasarkan data terbaru yang tersedia hingga November 2024. 

Data tersebut mencakup karyawan penuh waktu dan paruh waktu dalam perjanjian kerja, serta pekerja mandiri. 

Negara-negara itu umumnya berpenghasilan tinggi dan maju, dengan penekanan budaya pada keseimbangan kerja-kehidupan serta waktu luang atau keluarga yang memadai. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved