Warga Gorontalo Disekap

Korban Scammer Kamboja Viral, Bupati Gorontalo Ingatkan Warga Waspada Tawaran Kerja Luar Negeri

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, mengingatkan warganya untuk berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri.

Penulis: Fadri Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
Kolase TribunGorontalo.com/Tangkapan layar video
SINDIKAT SCAMMER -- Kolase foto Bupati Gorontalo Sofyan Puhi dan Agus Hilimi. Bupati Gorontalo mengingatkan warga untuk waspada jika mendapatkan tawaran pekerjaan di luar negeri. Hal ini setelah korban sindikat scammer Kamboja mendadak viral di media sosial. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, mengingatkan warganya untuk berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri.

Beberapa waktu lalu, pemuda asal Desa Tolotio, Kabupaten Gorontalo, Agus Hilimi (28), diduga menjadi korban sindikat penipuan daring (scammer) di Kamboja.

Menurut Bupati Gorontalo, kasus yang menimpa Agus Hilimi ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh masyarakat Gorontalo. 

Ia menjelaskan bahwa korban berangkat ke Kamboja tanpa melalui prosedur yang benar.

"Kalau lewat dinas, kita arahkan" ujar Sofyan Puhi kepada wartawan setelah meninjau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bongohulawa, pada Kamis (28/8/2025).

Ia menambahkan, visa yang digunakan Agus ternyata adalah visa wisata, bukan visa kerja.

"Ternyata berhasil juga, tapi awalnya tidak seperti janji. Itu kendalanya," imbuhnya.

Sofyan Puhi mengungkapkan, Agus Hilimi tidak sendirian. 

Ada satu orang yang berangkat bersamanya, namun berhasil melarikan diri di Jakarta. 

Teman Agus merasa curiga karena mereka diharuskan mengganti identitas.

"Dia (teman Agus Hilimi) curiga, disuruh mengganti identitasnya. Dia curiga dan dia melarikan diri," jelas Bupati.

Saat ini, pihak pemerintah daerah Gorontalo terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk kantor perwakilan di Manado, untuk mengupayakan pemulangan Agus Hilimi.

"Yang satu ini (Agus) sudah dijebak. Tapi kami terus berusaha bagaimana kami bisa pulangkan," terang Bupati.

Untuk mencegah kejadian serupa, Bupati Sofyan Puhi mengimbau masyarakat Gorontalo, khususnya yang mendapat tawaran kerja di luar negeri, agar berkonsultasi terlebih dahulu dengan dinas terkait.

"Pokoknya kalau ada undangan ke luar negeri, tanya di dinas. Betul enggak ini?" pungkasnya.

Agus Hilimi Dikabarkan Melarikan Diri

WARGA DISEKAP -- Kolase foto tiket pesawat dan Agus Hilmi. Warga Desa Tolotio, Kabupaten Gorontalo, dikabarkan berhasil kabur usai diduga disekap oleh perusahaan sindikat scammer di Kamboja.
WARGA DISEKAP -- Kolase foto tiket pesawat dan Agus Hilmi. Warga Desa Tolotio, Kabupaten Gorontalo, dikabarkan berhasil kabur usai diduga disekap oleh perusahaan sindikat scammer di Kamboja. (Kolase TribunGorontalo.com/Ist)

Agus Hilimi (28), pemuda asal Desa Tolotio, Kabupaten Gorontalo, korban dugaan penyekapan oleh sindikat penipuan online atau scammer di Kamboja akhirnya berhasil melarikan diri. 

Ia kini berada dalam perlindungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja dan akan segera kembali ke Tanah Air.

Agus berhasil kabur dari markas sindikat dan tiba di KBRI sekitar pukul 10.00 Wita pada Rabu (27/8/2025). Ia dibantu oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di Kamboja.

Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Desa Tolotio, Sandra Djafar Biu. 

"Dia (Agus) telah berhasil melarikan diri ke KBRI," ungkap Sandra kepada TribunGorontalo.com, pada Rabu (27/8/2025) malam.

Kepulangan Agus tidak terlepas dari bantuan banyak pihak. 

Pemerintah Kabupaten Gorontalo, sejumlah legislator, serta organisasi Apdesi Merah Putih Gorontalo bergotong royong menggalang dana untuk membiayai tiket pesawatnya.

Rencananya, Agus akan terbang dari Phnom Penh, Kamboja, menuju Jakarta pada Jumat (29/8/2025) sore. 

Setibanya di Jakarta, ia akan disambut oleh legislator Algazali Katili sebelum melanjutkan perjalanan ke Gorontalo untuk berkumpul kembali dengan keluarganya.

Baca juga: Kronologi Agus Hilimi Kabur dari Sindikat Scammer Kamboja hingga Jadwal Kepulangan ke Gorontalo

Sosok Agus Hilimi

Agus Hilimi, pria berusia 28 tahun, adalah warga Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo

Ia merupakan anak bungsu dari lima bersaudara.

Saat ini Agus tinggal bersama ibunya karena ayahnya sudah meninggal. 

Semua saudaranya sudah menikah, dan hanya ia yang belum.

Kronologi Agus Terjebak Sindikat

Kasus ini terungkap ketika Agus, yang dijanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi di Thailand.

Ia justru dibawa ke Kamboja setelah dipaksa menggunakan paspor wisata Malaysia. 

"Awalnya saya hanya ingin mencari rezeki yang halal, tapi ternyata saya ditipu, saya dibawa ke Kamboja, bukan Thailand," ungkap Agus dalam sebuah panggilan video yang beredar di media sosial beberapa waktu lalu.

Namun belum dapat dipastikan terkait kebenaran paspor tersebut. Sebab hingga saat ini belum ada pernyataan dari pihak Imigrasi.

Adapun Agus menyatakan dirinya dipaksa menjadi penipu daring (scammer) di Kamboja. Ia diancam denda 100 dolar AS jika tidak mencapai target kerja.

Saat meminta pulang, Agus malah dibebankan denda sebesar Rp 50 juta.

Ia dipaksa menjadi penipu online dan diancam akan dijual ke perusahaan lain jika tidak mau bekerja. 

"Saya tidak bisa komputer, jadi tidak tahu harus bagaimana. Saya tidak mau kerja menipu orang," ujar Agus lirih.

Karena menolak bekerja, Agus justru dimintai uang tebusan puluhan juta rupiah agar bisa pulang. 

Gaji yang dijanjikan tidak pernah ia terima. 

Ibu Agus, Hadija B Tuli, bersama keluarganya telah melaporkan kejadian ini ke Polda Gorontalo, meski pihak kepolisian menyatakan belum menerima laporan resmi.

Pihak Polda Gorontalo menegaskan bahwa mereka sangat terbuka untuk menerima laporan terkait Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

 


(TribunGorontalo.com/HT/JP/FAK)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved