Selasa, 10 Maret 2026

Berita Populer Gorontalo

3 Berita Gorontalo Terpopuler : 200 ASN Kredit Macet hingga Lulusan SD Hidupi Puluhan Yatim - Lansia

Berikut 3 berita terpopuler Gorontalo yang sudah tayang di portal TribunGorontalo.com pada Senin (25/08/2025)

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto 3 Berita Gorontalo Terpopuler : 200 ASN Kredit Macet hingga Lulusan SD Hidupi Puluhan Yatim - Lansia
Kolase TribunGorontalo/Kompas.com/TribunGorontalo.com
POPULER GORONTALO - Foto kolase Norman Kamaru, anggota polisi yang dulu sempat viral lantaran joget India pada tahun 2011. Ramang Karim pekerjakan 50 karyawan dan mengasuh puluhan anak hingga lansia. 

Selain soal karirnya, kehidupan mantan anggota polisi ini juga sering menjadi perhatian.

Setelah bercerai, Norman kemudian menikah lagi.

Kini, Norman Kamaru sudah memiliki istri bernama Jhasmine Titis.

"Iya (Norman Kamaru sudah menikah). Sudah lama, dari September, sudah jalan lima tahun," ungkap Jhasmine Titis kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (2/1/2022), dikutip dari Kompas.com.

SELENGKAPNYA BACA >>>> Masih Ingat Norman Kamaru, Mantan Polisi Viral karena Lagu Chayya Chayya Dulu? Begini Kondisinya

2. 200 ASN Gorontalo Macet Bayar Kredit sejak Pindah RKUD, BRI Seret ke Jalur Hukum

Sedikitnya 200 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Gorontalo menunggak pinjaman kredit pegawai di Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Informasi yang dihimpun Tribun Gorontalo, Sabtu (23/8/2025), menyebut kredit macet ini bermula ketika pembayaran gaji (payroll) ASN di tingkat kota maupun provinsi beralih dari BRI ke bank lain sejak 2019.

Perpindahan pembayaran gaji ini seiring pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dari BRI. 

Kepala Cabang (Kacab) BRI Gorontalo, Komang Wahyu WP, mengatakan perpindahan payroll memang merupakan hal biasa dalam dunia perbankan.

Namun, situasi ini berdampak langsung pada pinjaman ASN yang sudah berjalan di BRI.

“Ketika gaji tidak lagi masuk ke rekening BRI, pemotongan angsuran otomatis tidak berjalan. Akibatnya, ASN harus menyetor manual,” jelasnya.

Menurut Komang, sejak awal 2020 banyak ASN lalai melaksanakan kewajiban, sehingga tunggakan semakin menumpuk.

BRI pun menempuh berbagai langkah, mulai dari penagihan langsung ke debitur hingga koordinasi dengan instansi terkait. Namun, upaya itu tidak maksimal.

“Surat peringatan (SP) satu, dua, dan tiga sudah kami layangkan. Karena tidak ada hasil signifikan, akhirnya kami mengeluarkan surat somasi,” tegasnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved