Wisata Gorontalo

Gorontalo Masuk Percontohan Pariwisata Ramah Muslim, Pertama Dinilai IMTI

Untuk pertama kalinya, Gorontalo ditetapkan sebagai salah satu provinsi percontohan dalam program Indonesia Muslim Travel Index (IMTI).

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
WISATA GORONTALO -- Tim Dari Kemenparekraf dan minta lainnya melakukan visitasi di Benteng Otanaha Kota Gorontalo, Minggu (24/8/2025). Gorontalo masuk dalam 15 daerah percontohan Pariwisata Ramah Muslim. (Sumber Foto: TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu) 

Kunjungan ini bertujuan untuk menilai kesiapan fasilitas yang sesuai dengan standar wisata ramah muslim, mulai dari ketersediaan musala, petunjuk arah kiblat di hotel, hingga pilihan makanan halal.

Heriyanto menjelaskan bahwa konsep wisata ramah muslim tidak boleh dipahami sebagai pemisahan antara wisatawan muslim dan nonmuslim.

“Pariwisata muslim pada dasarnya adalah bagaimana kita meningkatkan pelayanan agar wisatawan muslim merasa nyaman dan mudah mendapatkan layanan yang mereka butuhkan,” jelasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Vonis Eks Pejabat Dinkes Gorontalo Utara Naik Jadi 4 Tahun Penjara Usai Banding

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kota Gorontalo, Zamronie Agus, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, Gorontalo sudah memiliki modal kuat untuk mengembangkan wisata ramah muslim.

“Ini menunjukkan bahwa kita sudah punya modal dasar. Selain itu, lebih dari 97 persen penduduk di Kota Gorontalo adalah muslim,” katanya.

Ia menambahkan, Kota Gorontalo memiliki 357 masjid di wilayah seluas 7.020 hektare, belum termasuk musala yang ada di perkantoran atau tempat umum lainnya. 

Dengan modal religiusitas masyarakat yang kuat, Zamronie optimis pariwisata ramah muslim mudah diimplementasikan.

“Kami juga sudah melaporkan hal ini kepada Wali Kota dan beliau sangat mendukung. Kami akan segera mengeluarkan surat edaran kepada hotel dan restoran untuk menerapkan variabel penilaian wisata ramah muslim,” pungkas Zamronie.

Sebagai tindak lanjut, Kemenparekraf berencana menghadirkan Wakil Menteri Pariwisata, Nilu Puspa, ke Gorontalo pada awal September mendatang dalam acara Festival Karawo. 

Pada kesempatan tersebut, para pemangku kepentingan akan diajak berdiskusi lebih lanjut mengenai strategi penguatan pariwisata ramah muslim.

 


(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved