Berita Internasional
Serangan Rudal Rusia Hantam Perusahaan Elektronik Amerika di Ukraina, Gedung Hancur Lebur
Dalam salah satu serangan terbesar sejak perang dimulai, Rusia melancarkan rentetan rudal dan drone yang menghantam sebuah perusahaan elektronik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KEBAKARAN-Asap-hitam-mengepul-dari-perusahaan-manufaktur.jpg)
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis menyatakan bahwa serangan ini adalah "yang paling masif dalam sebulan terakhir" dan mengilustrasikan niat Rusia yang sesungguhnya.
Prancis juga kembali menegaskan dukungannya terhadap inisiatif perdamaian yang diusulkan oleh Presiden Trump.
Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden Trump bertemu dengan Putin dan menghadiri pertemuan dengan para pemimpin NATO di Gedung Putih, termasuk
Presiden Finlandia Alexander Stubb, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.
Pertemuan ini menunjukkan solidaritas para pemimpin dunia dalam mendukung Ukraina.
Analisis Konflik
Serangan terhadap perusahaan Amerika ini menjadi titik terang yang suram dalam konflik yang telah berlangsung lama.
Para pemimpin NATO berulang kali mempertanyakan keseriusan Putin dalam negosiasi, dan serangan ini seolah menjadi jawaban atas keraguan tersebut.
Meskipun upaya diplomatik terus berjalan, aksi militer yang brutal menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian masih sangat panjang. (*)